Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pembaretan di Nusakambangan, 375 CPNS Sipir Diminta Tegakan Pengabdian
Ratusan CPNS petugas tahanan jalan jongkok dalam sesi pembaretan. (IDN Times/Dok Humas Kanwil PAS Jateng)
  • Sebanyak 375 CPNS petugas pemasyarakatan Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah mengikuti pembaretan di Pantai Permisan, Nusakambangan, Cilacap.
  • Prosesi ini menegaskan baret sebagai simbol kehormatan, identitas, disiplin, keberanian, tanggung jawab, serta pengabdian dalam menjaga keamanan, ketertiban, hukum, dan HAM.
  • Peserta menjalani pemeriksaan administrasi, kesehatan, tes urine, serta long march dari Lapas Batu melewati empat pos rintangan untuk menguji fisik, kekompakan, dan integritas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (2/9/2026)

Sebanyak 375 CPNS sipir Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah mengikuti pembaretan di Pantai Permisan, Nusakambangan. Mardi Santoso meminta mereka menegakkan nilai pengabdian, integritas, hukum, dan hak asasi manusia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sebanyak 375 calon pegawai negeri sipil petugas pemasyarakatan mengikuti prosesi pembaretan, long march, pemeriksaan kesehatan, administrasi, dan tes urine sebagai rangkaian pembentukan karakter serta kesiapan tugas.
  • Who?
    375 CPNS petugas pemasyarakatan Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah mengikuti kegiatan. Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah Mardi Santoso dan Kalapas Batu Irfan menyematkan baret secara simbolis kepada perwakilan peserta.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dengan long march dari Lapangan Tenis Lapas Batu menuju Pantai Permisan.
  • When?
    Keterangan mengenai kegiatan disampaikan Mardi Santoso pada Rabu, 2 September 2026. Waktu pelaksanaan seluruh rangkaian pembaretan per saat ini belum diketahui.
  • Why?
    Pembaretan dilaksanakan untuk membentuk karakter, kedisiplinan, integritas, dan kesiapan CPNS petugas pemasyarakatan, serta menanamkan nilai pengabdian, tanggung jawab, penghormatan terhadap hukum, dan hak asasi manusia.
  • How?
    Peserta menjalani pemeriksaan administrasi dan kesehatan, tes urine, lalu long march melewati empat pos rintangan. Setibanya di Pantai Permisan, baret disematkan secara simbolis kepada perwakilan CPNS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sebanyak 375 calon sipir di Jawa Tengah mendapat baret di Pantai Permisan, Nusakambangan. Mereka berjalan jauh dari Lapas Batu dan melewati empat tempat dengan rintangan. Mereka juga dicek kesehatan dan urine. Pak Mardi Santoso bilang baret berarti mereka harus disiplin, berani, bertanggung jawab, menjaga tahanan, dan menghormati hukum.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Prosesi pembaretan di Nusakambangan memberi ruang bagi 375 CPNS untuk memaknai seragam sebagai amanah, bukan sekadar atribut. Melalui pemeriksaan kesiapan, long march, dan berbagai ujian, mereka ditempa dalam disiplin, kekompakan, serta kerja sama. Penekanan pada integritas, hukum, dan hak asasi manusia memperlihatkan pembentukan petugas diarahkan pada pelayanan dan tanggung jawab.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Cilacap, IDN Times - Sebanyak 375 CPNS yang bertugas menjaga tahanan di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Tengah mengikuti prosesi pembaretan di Pantai Permisan Nusakambangan Cilacap.

Selama bertugas, mereka diminta menegakan nilai-nilai pengabdian. 

Kepala Kanwil Ditjen PAS Jateng, Mardi Santoso mengatakan prosesi pembaretan bukan sekadar penyematan atribut seragam belaka. Melainkan harus memiliki makna sebagai simbol kehormatan, identitas, kedisiplinan, keberanian, dan tanggung jawab seorang petugas pemasyarakatan.

“Setelah baret ini melekat di kepala paudara, harus melekat pula nilai-nilai pengabdian dalam setiap sikap dan tindakan,” ujar Mardi, dalam keterangan yang diterima IDN Times, Rabu (2/9/2026). 

Mardi juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga kehormatan baret dan seragam yang dikenakan. 

Menurutnya setiap petugas pemasyarakatan memiliki amanah dan tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Lalu mereka juga diminta memberikan pelayanan dan melaksanakan pembinaan dengan tetap menjunjung tinggi hukum dan hak asasi manusia.

“Jaga kehormatan baret, jaga kehormatan seragam, jaga integritas diri, dan jaga nama baik Pemasyarakatan,” paparnya.

Long march dari Lapas Batu ke Permisan

Untuk kegiatan pembaretan di Nusakambangan, katanya jadi bagian pembentukan karakter, kedisiplinan, dan integritas serta kesiapan bagi CPNS petugas pemasyarakatan.

Selain itu, dilakukan pula tes urine sebagai bagian dari pemeriksaan dan komitmen peserta untuk menjalankan tugas profesional dan berintegritas.

Sebelum mengikuti rangkaian pembaretan, semua peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan administrasi dan kesehatan untuk memastikan kesiapan dalam mengikuti seluruh tahapan kegiatan.

Rangkaian pembaretan diawali dengan long march dari Lapangan Tenis Lapas Batu menuju Pantai Permisan. 

Dalam long march, para peserta harus melewati empat pos yang telah ditentukan. Di setiap pos, peserta menghadapi berbagai rintangan dan ujian yang menuntut ketahanan fisik, kedisiplinan, kekompakan, serta kemampuan bekerja sama.

Setibanya di Pantai Permisan, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pembaretan. Kakanwil Ditjenpas Jawa Tengah, Mardi Santoso, bersama Kalapas Batu, Irfan, secara simbolis menyematkan baret kepada perwakilan CPNS.

Pembaretan tersebut diharapkan menjadi pengalaman penting bagi 375 CPNS dalam membangun karakter dan kesiapan menghadapi tantangan tugas Pemasyarakatan, sekaligus menanamkan nilai pengabdian sejak awal perjalanan mereka sebagai insan pemasyarakatan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article