Semarang, IDN Times - Isu rencana pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) yang terafiliasi dengan ISIS di luar negeri mendapat tanggapan dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Dengan tegas, Ganjar menolak rencana pemulangan mereka kembali ke Indonesia.
Pemulangan WNI Eks ISIS, Ganjar: Yang Saya Tunggu Bukan Mereka

1. Ganjar tak mengharapkan mereka lagi
Ganjar menyatakan jika rencana pemulangan eks ISIS perlu pertimbangan matang. Ia mengaku meskipun dari mereka terdapat warganya, Ganjar secara tegas tidak mengharapkan mereka kembali.
"Yang saya tunggu kembali ke tanah air itu WNI asal Jateng yang sukses di luar negeri. Bukan mereka (anggota ISIS)," kata Ganjar.
2. Pemprov Jateng masih fokus deradikalisasi kepada napiter
Jawa Tengah, imbuh Ganjar, selama ini sedang berupaya melakukan deradikalisasi kepada mereka yang terpapar paham radikalisme. Khususnya kepada mantan narapidana kasus terorisme.
"Dari cerita eks napiter (narapidana teroris) itu, mereka mengatakan betapa bahayanya para eks teroris itu. Apalagi kalau tidak ada pembinaan. Makanya kami ngurusi yang sudah ada saja, kami bina mereka. Itu saja sekarang butuh energi banyak, apalagi kalau ketambahan mereka," tegasnya.
3. Mereka bukan lagi tanggung jawab pemerintah
Bagi Ganjar, WNI anggota ISIS di luar negeri sudah bukan lagi tanggungjawab pemerintah. Apalagi mereka sudah dengan sengaja membakar paspor WNI.
"Saya kira kok perlu dipertimbangkan matang-matang untuk pengembalian mereka ke Indonesia," pungkasnya dalam keterangan resmi yang diterima IDN Times, Jumat (7/2).