Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kesaksian Warga Temukan Hiu Paus Raksasa Mati Terdampar di Pantai Bleberan, Cilacap

Kesaksian Warga Temukan Hiu Paus Raksasa Mati Terdampar di Pantai Bleberan, Cilacap
Penampakan hiu tutul raksasa yang terdampar di pantai Bleberan, Bunton, Cilacap gegerkan warga sekitar pantai, Selasa (14/7/2026).(IDN Times/Foto : Jumawan)
Intinya Sih
  • Hiu paus seberat sekitar 1 ton ditemukan mati terdampar di Pantai Bleberan, Adipala, Cilacap pada Selasa dini hari dan langsung ditangani oleh warga serta pihak terkait.
  • Penyebab kematian hiu paus masih diselidiki, dengan dugaan sementara hewan ini terlalu mendekati pantai saat mencari mangsa hingga akhirnya terdampar.
  • Fenomena upwelling musiman diduga menarik hiu paus muda ke perairan dangkal, diperparah oleh gelombang tinggi serta faktor manusia seperti tabrakan kapal dan polusi plastik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Cilacap, IDN Times – Seekor hiu paus (whale shark) berukuran raksasa dengan bobot diperkirakan mencapai 1 ton ditemukan mati terdampar di Pantai Bleberan, Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, pada Selasa (14/7/2026) dini hari.

Bangkai hiu paus tersebut pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 04.00 WIB. Kondisinya sudah tak bernyawa ketika ditemukan di bibir pantai. Penggiat lingkungan Adipala, Jumawan, mengatakan pihaknya segera bergerak setelah mendapat laporan dari warga.

"Hiu ditemukan warga dalam kondisi sudah mati. Setelah mendapat informasi, kami langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait,"ujar Jumawan kepada IDN Times.

1. Penyebab kematian masih misterius

Beberapa petugas berdiri di tepi pantai memeriksa bangkai hiu tutul raksasa yang terdampar di pasir hitam dekat ombak laut.
Petugas berwenang dan pegiat lingkungan pantai hingga saat ini belum bisa memastikan penyebab kematian hiu tutul raksasa tersebut, Selasa (14/7/2026).(IDN Times/Foto : Jumawan)

Hingga saat ini, penyebab pasti kematian hiu paus yang dilindungi ini belum dapat dipastikan. Petugas dari instansi terkait masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap bangkai satwa laut tersebut.

Menurut Jumawan, ada dugaan sementara bahwa hiu paus ini terlalu mendekati bibir pantai saat mengejar mangsa.

"Sementara ini belum bisa dipastikan penyebabnya. Kemungkinan hiu terlalu ke pinggir pantai untuk mencari makanan, kemudian terdampar. Namun kepastiannya masih menunggu hasil pemeriksaan petugas,"jelasnya.

2. Pantai Bunton sering jadi tempat terdamparnya ikan besar

Pantai Bleberan di kawasan Pantai Bunton Adipala dengan ombak besar dan puing-puing di tepi pantai pada hari berawan.
Pantai bleberan yang merupakan bagian dari pantai Bunton Adipala, Selasa (14/7/2026).(IDN Times/Tangkapan layar)

Peristiwa ini menjadi tambahan daftar temuan hiu paus terdampar di perairan pesisir Cilacap sepanjang tahun 2026. Kejadian berulang ini pun menuai perhatian serius dari para pegiat lingkungan dan instansi terkait.

Disebutkan Hiu paus merupakan salah satu spesies laut terbesar di dunia dan termasuk satwa yang dilindungi. Mereka biasanya hidup di perairan tropis yang lebih dalam, sehingga kemunculan dan kematiannya di pantai dangkal sering menjadi pertanyaan besar bagi para ahli.

Pihak berwenang juga belum mengetahui penyebab pasti dapat diketahui, apakah karena faktor alam, aktivitas manusia, atau perubahan kondisi laut di wilayah tersebut.

3. Dugaan dipicu oleh fenomena upwelling musiman

Ilustrasi fenomena upwelling musiman di pantai selatan Jawa yang memperlihatkan arus laut naik membawa air dingin kaya nutrisi dan seekor hiu tutul.
Kemungkinan fenomena upwelling musiman di pantai selatan Jawa yang memicu terdamparnya ikan hiu tutul, Selasa (14/7/2026).(IDN Times/Ilustrasi)

Sementara dilansir dari laman Nature dan berbagai sumber, peristiwa ini kemungkinan besar dipicu oleh fenomena upwelling musiman di perairan selatan Jawa. Air laut dingin kaya plankton naik ke permukaan, menarik hiu paus terutama yang masih muda mendekati bibir pantai untuk mencari makan.

Gelombang tinggi dan perairan dangkal kemudian menyulitkan hewan raksasa ini untuk kembali ke laut lepas. Faktor manusia juga diduga memperburuk situasi, seperti tabrakan dengan kapal dan polusi plastik yang sering ditemukan di saluran pencernaan hiu paus terdampar di Cilacap. Kasus ini menambah daftar strandings di wilayah tersebut sepanjang 2026, menjadi perhatian serius pegiat lingkungan.

Share Article
Editorial Team

Latest News Jawa Tengah

See More