Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Liburan, Senangnya Anak Perancis Belajar Membatik di Cilacap

Liburan, Senangnya Anak Perancis Belajar Membatik di Cilacap
Siswi asal School Leopold Sedar Senghor Prancis, Alhambre Mulia Kermarrec tunjukan hasil belajar mbatik untuk pertama kalinya di Indonesia, Jumat (10/7/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
Intinya Sih
  • Ratusan anak di Cilacap mengisi liburan dengan belajar membatik di Perpustakaan Daerah melalui program 'Libur Asyik di Perpustakaan Daerah' yang digelar Dinas Arpus Cilacap.
  • Seorang siswi asal Prancis, Alhambre Mulia Kermarrec, ikut belajar membatik untuk pertama kalinya dan diharapkan dapat memperkenalkan batik Indonesia kepada teman-temannya di luar negeri.
  • Program ini menjadikan perpustakaan sebagai ruang publik kreatif dengan kegiatan seperti kelas membatik dan nonton bareng, menarik ratusan anak untuk belajar sambil bermain.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Cilacap, IDN TimesLiburan sekolah tak selalu identik dengan bermain gim atau berwisata. Di Kabupaten Cilacap, ratusan anak justru mengisi waktu libur dengan belajar membatik di Perpustakaan Daerah melalui program "Libur Asyik di Perpustakaan Daerah" yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Cilacap.

Puluhan anak tampak antusias duduk bersama memegang canting dan kain putih. Mereka belajar mengenal batik mulai dari membuat pola, mencanting menggunakan malam, hingga proses pewarnaan sederhana.

Menariknya, di tengah peserta lokal tampak seorang siswi asal Prancis, Alhambre Mulia Kermarrec, yang ikut membatik untuk pertama kalinya. Anak yang kini duduk di kelas 5 itu tengah menghabiskan liburan di kampung halaman ibunya di Cilacap.

Meski berasal dari Prancis dan bersekolah di School Leopold Sedar Senghor, Gabon, Alhambre tampak menikmati setiap proses membatik bersama teman-teman barunya.

1. Pertama kali mengenal batik saat liburan

Beberapa perempuan duduk di lantai berkarpet merah sambil membuat batik dengan canting dan kain putih dalam kegiatan seni.
Aldilla Muliawati (rambut panjang), mengatakan putrinya memang memiliki hobi melukis sejak kecil, Jumat (10/7/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Ibunda Alhambre, Aldilla Muliawati, mengatakan putrinya memang memiliki hobi melukis sejak kecil. Karena itu, saat mengetahui ada kegiatan membatik di perpustakaan, Alhambre langsung tertarik untuk mencoba.

"Pada dasarnya anak saya suka melukis dan menggambar. Ketika saya bilang ada kelas melukis di kain, dia langsung antusias. Dia juga belum tahu tentang batik, jadi saya jelaskan kalau ini adalah seni melukis yang menjadi budaya Indonesia," ujar Aldilla.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi sesuatu yang berbeda karena selama tinggal di Gabon, Alhambre lebih sering melukis menggunakan media kanvas maupun kertas.

"Biasanya dia melukis di kanvas dan kertas. Sekarang dia bisa mencoba melukis di kain batik. Menurut saya ini sangat bagus untuk mengembangkan kreativitas dan imajinasinya," katanya.

2. Diharapkan jadi duta kecil batik Indonesia

Seorang pria mengenakan seragam dinas cokelat sedang berbicara di depan mikrofon di dalam ruangan dengan latar dinding putih dan merah.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Cilacap, Achmad Fauzi.(IDN Times/Foto : Dok. Arsip Cilacap)

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Cilacap, Achmad Fauzi, mengatakan program "Libur Asyik di Perpustakaan Daerah" sengaja disiapkan agar masa liburan sekolah diisi dengan kegiatan yang edukatif sekaligus menyenangkan.

Salah satu kegiatan yang paling diminati adalah kelas membatik, karena selain melatih kreativitas juga mengenalkan budaya Indonesia kepada anak-anak sejak dini.

Fauzi mengaku senang melihat Alhambre ikut dalam kegiatan tersebut. Ia berharap pengalaman itu menjadi bekal bagi Alhambre untuk memperkenalkan batik kepada teman-temannya ketika kembali ke luar negeri.

"Harapannya nanti ketika kembali ke Prancis, dia bisa memperkenalkan batik kepada teman-temannya. Ini menjadi salah satu cara sederhana agar batik semakin dikenal dunia sekaligus menunjukkan bahwa perpustakaan juga bisa menjadi ruang belajar yang menyenangkan," ujarnya.

Batik sendiri telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia oleh UNESCO sejak 2 Oktober 2009. Pengakuan tersebut menjadi tonggak penting dalam pelestarian sekaligus promosi batik Indonesia di tingkat internasional.

3. Perpustakaan kini jadi ruang bermain sekaligus belajar

WhatsApp-Image-2026-07-01-at-08.52.42.jpg
Libur Asyik di Perpustakaan Daerah di Cilacap selain belajar membatik juga disii edukasi dan nonton bareng film anak, Jumat (10/7/2026).(IDN Times/Foto : Dok. Arsip Cilacap)

Tak hanya menyediakan kelas membatik, program "Libur Asyik di Perpustakaan Daerah" juga menghadirkan kegiatan nonton bareng film anak. Pemutaran film dilakukan di dua lokasi, yakni ruang utama perpustakaan dan ruang Bidang Arsip yang disulap menjadi bioskop mini.

Meski fasilitas yang tersedia masih sederhana, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Hingga awal Juli 2026, sekitar 370 anak telah mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan Dinas Arpus Cilacap.

"Melalui berbagai aktivitas kreatif, perpustakaan berkembang menjadi ruang publik yang mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda, bahkan hingga menarik perhatian anak-anak dari mancanegara,"pungkas Fauzi.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More