Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Janji Pemkot Semarang: 30 Lebih SD Negeri yang Rusak Diperbaiki tahun 2026, Yakin Bisa?

Kota Semarang
Janji Pemkot Semarang: 30 Lebih SD Negeri yang Rusak Diperbaiki tahun 2026, Yakin Bisa?
Sekolah rusak di Pandeglang usai gempa M 6,6 (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)
Intinya Sih
  • Lebih dari 30 SD negeri di Semarang akan diperbaiki bertahap pada 2026, dengan fokus kerusakan bangunan kategori sedang hingga berat.
  • SDN Pendrikan Lor 02 masuk skema perbaikan 2026; Disdik akan melakukan asesmen untuk memetakan bagian bangunan dan tingkat kerusakannya.
  • Pemeliharaan ringan dapat memakai dana BOS, sementara kerusakan sedang-berat ditangani Disdik; target lokasi perbaikan 2027 meningkat menjadi lebih dari 40 SD.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times - Lebih dari 30 sekolah dasar (SD) negeri di Kota Semarang masuk daftar perbaikan sepanjang 2026. Perbaikan difokuskan pada bangunan dengan tingkat kerusakan sedang hingga berat.

Salah satu sekolah yang masuk skema tersebut adalah SD Negeri Pendrikan Lor 02. Kondisi sejumlah bagian bangunan sekolah itu mengalami kerusakan dengan kategori sedang hingga berat dan akan menjalani asesmen lebih lanjut sebelum diperbaiki.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan mengatakan, pengerjaan puluhan sekolah dilakukan bertahap. Ada proyek yang masih dalam proses pengadaan hingga sudah memasuki pekerjaan fisik.

1. SDN Pendrikan Lor 02 masuk daftar perbaikan 2026

sekolah roboh.jpeg
Kondisi ruang kelas SD Negeri Sendangmulyo 3, Kota Semarang setelah atap roboh tertimpa pohon. (IDN Times/bt)

Ahsan memastikan SDN Pendrikan Lor 02 menjadi salah satu sekolah yang mendapatkan penanganan pada tahun anggaran 2026.

“SD Negeri Pendrikan Lor 02 sudah masuk skema untuk yang kami perbaiki pada tahun 2026. Jadi, tahun ini nanti sudah bisa kami perbaiki agar lebih nyaman untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran anak-anak murid kita semuanya,” ungkapnya, Jumat (30/7/2026).

Namun, belum dirinci bagian bangunan mana saja yang akan diperbaiki. Bidang sarana dan prasarana SD akan melakukan asesmen untuk memetakan kondisi serta tingkat kerusakan di sekolah tersebut.

Menurut Ahsan, kerusakan yang ditemukan di SDN Pendrikan Lor 02 bervariasi mulai kategori sedang hingga berat.

2. Kerusakan ringan bisa menggunakan dana BOS

sekolah, siswa
Siswa SD Negeri Sendangmulyo 3, Kota Semarang mencari tempat aman setelah atap ruang kelas roboh tertimpa pohon. (IDN Times/bt)

Disdik membedakan sumber pembiayaan perbaikan sekolah berdasarkan tingkat kerusakannya. Untuk pemeliharaan ringan, sekolah dapat menggunakan dana BOS. Sedangkan, kerusakan kategori sedang dan berat menjadi fokus penanganan Disdik Kota Semarang.

“Kalau pemeliharaan yang ringan itu bisa menggunakan dana BOS. Untuk yang sedang dan berat tentu dari Dinas Pendidikan,” jelas Ahsan.

Adapun, Disdik belum menyebutkan total anggaran yang disiapkan untuk perbaikan sekolah tahun ini. Ahsan mengatakan, kebutuhan biaya setiap sekolah berbeda sesuai kondisi bangunan dan pekerjaan yang diperlukan.

3. Lebih dari 30 SD diperbaiki, 2027 bertambah jadi 40 lokasi

sekolah, roboh
Kondisi ruang kelas SD Negeri Sendangmulyo 3, Kota Semarang setelah atap roboh tertimpa pohon. (IDN Times/bt)

SDN Pendrikan Lor 02 bukan satu-satunya sekolah yang masuk daftar perbaikan. Disdik mencatat lebih dari 30 titik SD negeri menjadi prioritas pada 2026. Jumlah tersebut bahkan direncanakan meningkat pada tahun depan.

“Pada 2026 ini untuk alokasi perbaikan di SD ada 30 lebih titik, ya. Nanti pada 2027 lebih dari 40 titik lokasi. Semuanya prioritas,” terangnya.

Proses perbaikan 30 lebih sekolah tahun ini sudah berjalan dalam tahapan berbeda. Sejumlah proyek masih masuk tahap penayangan lelang di Bagian Pengadaan Barang/Jasa (PBJ), beberapa telah mendapatkan penyedia, sedangkan proyek lainnya sudah memasuki pekerjaan fisik.

Dengan demikian, perbaikan seluruh sekolah tersebut tidak dilakukan secara bersamaan.

4. Pemeliharaan jadi pekerjaan berulang

mbg, dapur mbg, sppg, ppji
Ilustrasi siswa SD menikmati makan bergizi gratis (MBG) di sekolah. (dok. PPJI Jateng)

Jumlah SD negeri di Kota Semarang mencapai 325 sekolah. Kondisi tersebut membuat pemeliharaan bangunan menjadi pekerjaan yang harus dilakukan secara berkelanjutan setiap tahun.

Ahsan mengakui sekolah yang telah diperbaiki pada tahun-tahun sebelumnya bisa berada dalam kondisi baik, sementara bangunan sekolah lain mulai membutuhkan pemeliharaan.

“Jumlahnya cukup banyak. Dari tahun ke tahun ada yang kita perbaiki, tapi juga ada yang mulai perlu pemeliharaan lagi. Jadi selalu bergantian,” katanya.

“Yang kemarin sudah kita perbaiki, nanti yang dulunya bagus berganti perlu dilakukan pemeliharaan lagi. Jadi memang berurutan terus, berputar terus,” tandas Ahsan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More