Pengawasan di Pintu Masuk Semarang Diperketat untuk Cegah COVID-19

Semarang, IDN Times - Kemunculan tiga kasus positif COVID-19 pada 3 Desember 2023 di Kota Semarang mendorong pemerintah melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan agar virus tersebut tidak merebak. Selain kembali membentuk Satgas COVID-19, Pemerintah Kota Semarang kini juga memperketat pintu masuk mulai dari bandara hingga pelabuhan.
1. Muncul kasus COVID-19 di Semarang

Pasien atau warga Kota Semarang yang terkonfirmasi positif virus corona itu tertular melalui kontak erat dan sehabis pulang dari luar negeri. Kasus tersebut langsung ditangani oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang. Bahkan sebagai persiapan, Dinkes telah menyiapkan ruang isolasi di sejumlah rumah sakit di Ibu Kota Jawa Tengah.
Berdasarkan data dari laman siagacorona.semarangkota.go.id per Jumat (22/12/2023), jumlah pasien yang terpapar COVID-19 sebanyak 17 orang. Dari pasien terkonfirmasi positif itu sebanyak 10 pasien merupakan warga Kota Semarang, sedangkan 7 pasien dari luar kota.
Menyikapi hal itu Pemkot Semarang langsung berkoordinasi dengan manajemen Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani dan Pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang untuk melakukan pengawasan kesehatan ketat di pintu kedatangan. Hal ini untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 terutama saat libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024. Apalagi, warga yang terpapar virus corona di Kota Semarang terindikasi usai melakukan perjalanan dari luar negeri.
2. Penerimaan penumpang sesuai SOP

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak Angkasa Pura I dan Pelindo untuk secara ketat mengawasi pintu masuk kedatangan pengunjung dari luar kota maupun luar negeri.
"Sebagai salah satu pintu masuk dari luar, kami sudah melakukan persiapan penerimaan penumpang sesuai Standart Operasional (SOP)," ungkapnya, Jumat (22/12/2023).
Untuk di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang pada masa Nataru ini ada penambahan dua penerbangan. Sedangkan, Pelindo menyatakan di Pelabuhan Tanjung Emas hanya ada aktivitas rutin kapal dari Kalimantan. Kemudian, pada 24 Januari 2024 mendatang akan ada kapal pesiar dari Singapura.
Perempuan yang akrab disapa Ita ini langsung menginstruksikan agar Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kementerian Kesehatan RI untuk bersiaga mengecek jika ada kejadian luar biasa (KLB) maupun penumpang terindikasi COVID-19.
3. Pelabuhan Tanjung Emas perketat pintu masuk kedatangan

‘’Ini merupakan langkah antisipasi dan pencegahan penyebaran kasus COVID-19. Sebab, kita tahu bahwa di Singapura COVID-19 kembali melonjak tinggi. Bahkan, di Semarang yang terpapar COVID-19 kemarin kan juga kasusnya karena bepergian ke Singapura," jelasnya.
Untuk itu, lanjut dia, Pelabuhan Tanjung Emas harus memperketat pintu masuk kedatangan dari luar negeri, termasuk Singapura.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Kota Semarang telah berkoordinasi dengan pihak kantor kesehatan pelabuhan (KKP) Kementerian Kesehatan RI menyiapkan segala kemungkinan, termasuk tempat isolasi jika ada penumpang yang positif COVID-19.
4. Penumpang dengan gejala COVID-19 langsung diisolasi

"Ada dari Kementerian Kesehatan, dan mereka telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang. Bahkan telah dibentuk Tim Terpadu yang disiagakan di Pelabuhan Tanjung Emas maupun Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang," ujarnya.
Sementara itu, General Manager (GM) Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Hardiyanto mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan kantor kesehatan pelabuhan (KKP) Kementerian Kesehatan guna melakukan pemeriksaan-pemeeiksaan.
"Apabila diketahui ada gejala, misal ada gejala panas dan lain-lain, maka akan kami lakukan isolasi. Kami juga menyiapkan tempat isolasi. Seperti kemarin ada penumpang dari Singapura, terindikasi panas langsung kami bawa ke ruang isolasi," katanya.


















