Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pengelolaan Air di Semarang Jadi Percontohan untuk IKN

Pengelolaan Air di Semarang Jadi Percontohan untuk IKN
Warga Kelurahan Jabungan dan Rowosari menerima bantuan air untuk mengatasi kekeringan di Kota Semarang. (dok. pemkot semarang)
Share Article

Semarang, IDN Times - Pengelolaan air di Kota Semarang akan menjadi contoh untuk pengembangan manajemen air di Ibu Kota Nusantara. Sebab, Ibu Kota Jawa Tengah ini menjadi pionir di Indonesia dalam pengelolaan air secara terintegrasi.

1. Semarang jadi pilot project program smart water cities

ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Hal ini karena Kota Semarang akan menjadi pilot project program smart water cities yang berhasil menyisihkan 25 kota dari 18 negara yang mengikuti proyek tersebut. 

Hal ini disampaikan oleh Kasubid Perencanaan Teknis Direktorat Air Minum Kementerian PUPR, Dades Prinandes di Sitroom Balai Kota Semarang. 

"Kami mendapat arahan dari Pak Menteri PUPR dan Bu Dirjen Cipta Karya untuk berkomunikasi pada Ibu Wali Kota Semarang. Ini menjadi kesempatan, karena Semarang ini menjadi pilot project yang terpilih dari 25 kota dari 18 negara," katanya, Selasa (17/10/2023).

Sehingga, lanjut dia, Pemkot Semarang diharapkan bisa menyampaikan data-data terkini untuk menjadi evaluasi dan mendapatkan rekomendasi terkait integrated management water di Semarang.

2. Semarang serius kembangkan tata kelola air di perkotaan

Warga Kelurahan Jabungan dan Rowosari menerima bantuan air untuk mengatasi kekeringan di Kota Semarang. (dok. pemkot semarang)
Warga Kelurahan Jabungan dan Rowosari menerima bantuan air untuk mengatasi kekeringan di Kota Semarang. (dok. pemkot semarang)

"Harus ada evaluasi teknis dari sisi penanganan bencana keairan dan supply serta water management. Diharapkan dengan proyek smart water cities ini Kota Semarang pionir di Indonesia dalam pengelolaan air secara terintegrasi. Sehingga nantinya bisa dikembangkan di IKN," jelasnya.

Keikutsertaan Kota Semarang dalam proyek Smart Water Cities ini menunjukkan komitmen dan keseriusan dalam mengembangkan tata kelola air di perkotaan. 

Adapun, latar belakang Smart Water Cities Project adalah untuk meningkatkan efisiensi sistem pasokan air dalam pencapaian target tingkat layanan air minum.

3. Tindak lanjut penandatanganan LOI di Seoul

Ilustrasi air (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
Ilustrasi air (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan di Seoul terkait penandatanganan LOI terkait smart water cities. 

"Mereka akan melakukan verifikasi terhadap pengelolaan dan manajemen air di Kota Semarang. Makanya tadi kami undang OPD dan instansi terkait seperti DLH, Perkim, DPU, BPBD, PDAM, BMKG, ESDM," ujarnya. 

Ke depan, lanjut dia, dari data-data yang ada akan dihasilkan asesmen perbaikan dan kajian yang harus dilakukan oleh dinas terkait. 

4. Ada 13 indikator verifikasi smart water cities

Ilustrasi anak-anak bermain di wisata air. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)
Ilustrasi anak-anak bermain di wisata air. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)

"Semoga proses asesmen ini bisa berjalan dengan lancar dan apa yang kita harapkan dengan proyek smart water cities bisa diterapkan di Kota Semarang," kata perempuan yang akrab disapa Ita.

Menurut dia, ada 13 indikator verifikasi dalam evaluasi Smart Water Cities. Ia menyebut, topografi Kota Semarang itu sangat pas, karena ada tiga sungai yang dekat dengan laut. 

“Tujuan utama proyek ini adalah mengenalkan smart water management system, memperbaiki sarana dan prasarana dari kondisi existing air baku dan kualitas manajemen air serta efisiensi operasional dan pemeliharaan jaringan air minum. Tujuan akhirnya yakni pengelolaan air dari hulu ke hilir. Mulai dari pengambilan, proses, pemanfaatan air,” tandasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
ANGGUN PUSPITONINGRUM
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More

Cuaca Semarang Senin: Panas Terik 33°C, Awas Sumuk Gerah Pol Lur!

29 Jun 2026, 06:00 WIBNews