ilustrasi alat token listrik (Wikimedia Commons)
Kenaikan inflasi di Jawa Tengah dipengaruhi oleh dua faktor utama: berakhirnya diskon tarif listrik dari PLN dan melonjaknya harga bahan pangan menjelang Idulfitri 1446 H.
“Inflasi paling tinggi terjadi di Kabupaten Wonosobo, yaitu sebesar 1,69%. Secara umum, seluruh kota pantauan di Jateng mengalami inflasi,” ungkap Pelaksana Harian Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari, dilansir siaran pers resminya, Jumat (11/4/2025).
Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,84 persen (m-t-m). Kenaikan itu terjadi seiring dengan berakhirnya diskon 50 persen untuk pelanggan prabayar PLN dengan daya di bawah 2.200 VA pada akhir Februari lalu.
Meski begitu, pelanggan pascabayar masih menikmati potongan harga untuk tagihan Maret, karena mencakup pemakaian di bulan Februari.