Personel SAR Berjibaku Evakuasi Jenazah Pemetik Kelapa dari Atas Pohon

Seorang tukang pemetik kelapa bernama Suhid Suparyo, ditemukan meninggal dunia di atas pohon kelapa Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Sabtu (18/7/2026).
Proses evakuasi terhadap jenazah warga Desa Bedagas, Kecamatan Pengadegan ini pun berlangsung dramatis. Pasalnya, sejumlah tim SAR gabungan yang membantu evakuasi harus bergotong-royong membawa turun jenazah Suhid dari atas pohon kelapa.
Personel Basarnas juga memakai peralatan katrol untuk mengaitkan tali tambang ke tubuh jenazah kemudian menarik tali ke bawah dengan hati-hati agar jenazah tidak terjatuh.
Amin Riyanto selaku Koordinator Tim SAR Gabungan menyebutkan kejadian meninggalnya Suhid di atas pohon kelapa kisaran jam 08.00 WIB.
Awalnya Suhid dapat orderan untuk memetii buah kelapa bersama rekannya bernama Sohidi dan Tursino.
"Korban sempat diajak sarapan, namun menolak dan langsung memanjat pohon kelapa," ungkapnya.
Tetapi temuan mengagetkan muncul beberapa menit kemudian. Beberapa warga melihat tubuh Suhid tak bergerak sama sekali dalam kondisi di dahan pohon.
"Sekitar 10 menit kemudian, saksi melihat korban dalam posisi diam dengan kaki tergantung di atas pohon," akunya.
Setelah beberapa kali dipanggil dan pohonnya digoyang tapi tidak ada respons, beberapa warga memutuskan melapor ke Polsek Rembang dan BPBD Purbalingga guna meminta bantuan.
Tak lama BPBD mengontak Unit SAR Banyumas untuk meminta tolong mengevakuasi jenazah Suhid.
Unit Siaga SAR Banyumas langsung memberangkatkan satu tim rescue dan tiba di lokasi pukul 10.55 WIB.
"Setelah berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan dan melakukan asesmen, proses evakuasi dipastikan berhasil," tuturnya.
Setelah dievakuasi, jenazah Suhid diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan.
Sebelum dimakamkan, Inafia Polres Purbalingga sempat memeriksa kondisi jenazah Suhid. Hasilnya Suhid meninggal tiga hingga empat jam, ada lecet pergelangan tangan kiri, keluar cairan dari kelamin. Kemudian tidak ditemukan tanda kekerasan.
Sedangkan, dari pengakuan adik ipar almarhum, Hadi Musirin, bahwa kakaknya tersebut selama ini memiliki riwayat penyakit sakit perut menahun.
























