Pesan WA Terakhir Pegawai Eks Jampidsus Sebelum Tewas, Sutrimo Tanya Kabar Anak!

Pesan WA Terakhir Pegawai Eks Jampidsus Sebelum Tewas, Sutrimo Tanya Kabar Anak ke Istri
Banyumas, IDN Times — Kematian Sutrimo (42), warga Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, masih menyelimuti pihak keluarga dengan duka mendalam dan tanda tanya besar. Pria yang bekerja di rumah mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, tersebut mengembuskan napas terakhirnya di Jakarta pada Kamis (23/7/2026).
Di balik misteri penyebab kematiannya yang dinilai mendadak dan janggal, terungkap momen mengharukan mengenai komunikasi serta pesan terakhir almarhum kepada sang istri di kampung halaman sebelum ponselnya tak lagi bisa dihubungi.
1. Pesan WhatsApp Singkat Menanyakan Kondisi Anak

Komunikasi terakhir antara Sutrimo dan keluarganya terjadi pada Rabu sore (22/7/2026), sekitar pukul 17.00 WIB. Melalui pesan singkat di aplikasi WhatsApp, almarhum menghubungi istrinya bukan untuk membahas pekerjaan atau keluhan penyakit, melainkan sekadar menanyakan kabar buah hatinya.
"Dia cuma tanya anaknya sudah tidur belum. Setelah itu istri mengirim foto anak," ujar adik ipar Sutrimo, Soim, saat dikonfirmasi IDN Times, Senin (27/7/2026).
2. Pukul 18.00 WIB Jadi Jejak Terakhir Komunikasi Almarhum

Pesan berisi foto anak yang dikirimkan oleh sang istri sempat terbaca (read) oleh Sutrimo sekitar pukul 18.00 WIB pada hari Rabu tersebut. Namun, tak ada balasan pesan lanjutan setelahnya.
Momen tersebut menjadi jejak komunikasi digital terakhir almarhum dengan keluarga. Sejak saat itu, keluarga tidak lagi menerima kabar dari Sutrimo hingga akhirnya mendapat kabar duka pada Kamis pagi (23/7/2026) bahwa ia telah meninggal dunia.
3. Sosok Pendiam yang Lebih Banyak Cerita Soal Keluarga

Di mata keluarga, Sutrimo dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan pendiam. Meski sudah bekerja di rumah Febrie Adriansyah sejak tahun 2008, ia hampir tidak pernah menceritakan urusan pekerjaan maupun aktivitas kantornya ketika pulang ke Banyumas.
"Kalau pulang kampung ya biasa saja. Tidak pernah cerita soal pekerjaannya atau urusan kantor. Dia lebih banyak membicarakan keluarga," tutur Soim.
Keluarga pun menepis berbagai spekulasi di media sosial terkait keterlibatan almarhum dalam urusan pekerjaan pejabat, mengingat kehidupan almarhum yang terbilang sangat bersahaja.
4. Hanya KTP yang diserahkan, HP dan ATM Tak Pernah Diserahkan

Saat jenazah dipulangkan pihak keluarga mengaku hanya diserahkan KTP sementara Ponsel yang digunakan Sutrimo untuk mengirim pesan terakhir kepada istrinya justru tidak diserahkan bersamaan dengan jenazahnya.
"Saya juga heran kok KTP aja yang diserahkan, sementara hape sama ATM ngga dikasih," ungkap Soim heran. Keluarga sangat berharap ponsel milik Sutrimo dapat dikembalikan.



















