Semarang, IDN Times - Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026 mulai berlangsung hari ini, Selasa (21/4/2026). Calon mahasiswa yang melaksanakan ujian di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mendapatkan fasilitas dan layanan yang memadai, tak terkecuali bagi peserta berkebutuhan khusus atau difabel.
Peserta UTBK-SNBT Difabel di Undip dapat Layanan Khusus Saat Ujian

1. Peserta difabel dapat pendampingan proporsional
Seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (PTN) yang dilaksanakan di Undip ini diikuti oleh 23.933 peserta. Adapun, ada enam peserta difabel yang terdiri atas tiga peserta tuna daksa dan tiga peserta tuna rungu.
Panitia UTBK-SNBT di Undip melakukan pendampingan secara proporsional guna menjaga integritas ujian sekaligus kenyamanan para peserta berkebutuhan khusus selama proses seleksi berlangsung. Seperti memetakan lokasi ujian yang ramah disabilitas dengan memanfaatkan gedung yang dilengkapi fasilitas lift dan ruang ujian yang adaptif.
Wakil Ketua Pengembangan Pendidikan Lembaga Pengembangan dan Penjamin Mutu Pendidikan (LP2MP) Undip, Prof. Dr. Paramita Prananingtyas mengatakan, penempatan peserta difabel dilakukan secara strategis, di antaranya di Fakultas Hukum yang memiliki infrastruktur lift serta area duduk yang dapat disesuaikan untuk menunjang kebutuhan mobilitas peserta tuna daksa.
2. Fokus ke aspek kemanusiaan dan keadilan akses pendidikan
‘’Layanan dan fasilitas ini sesuai dengan prosedur pelayanan yang telah disusun sesuai standar nasional tanpa mengurangi ketegasan pengawasan. Undip melakukan itu juga demi memberikan perhatian serius terhadap detail teknis di lapangan guna meminimalisir kendala fisik bagi peserta,’’ katanya, Selasa (21/4/2026).
Menurut Paramita, hal tersebut membuktikan bahwa universitas tidak hanya fokus pada aspek akademis, tetapi juga pada aspek kemanusiaan dan keadilan akses pendidikan bagi masyarakat luas.
“Alhamdulillah, para peserta disabilitas tersebut juga merasa cukup puas dengan fasilitas yang disediakan oleh Undip. Kami telah mempersiapkan dan menyesuaikan fasilitas kami dengan keperluan para peserta disabilitas tersebut secara maksimal,” jelasnya.
3. Berlakukan protokol keamanan dan pemeriksaan ketat
Dengan memberikan layanan khusus, Undip tetap memberlakukan protokol keamanan dan pemeriksaan yang ketat bagi seluruh peserta, termasuk penggunaan metal detector untuk mencegah segala bentuk kecurangan.
Hal ini dilakukan sesuai dengan Standar Operational Procedure (SOP) yang ditetapkan oleh panitia pusat guna menjaga kredibilitas hasil ujian.
Dengan adanya sinergi antara layanan inklusif dan pengawasan yang ketat, UNDIP berharap pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 dapat berjalan sukses, jujur, dan memberikan pengalaman ujian yang suportif bagi seluruh calon mahasiswa.