Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polemik Kepemilikan Besi Dermaga, Pelindo: Kami Menang Inkracht
GM Pelindo Tanjung Emas Semarang S Joko bersama tim legal menunjukkan surat keputusan yang diterbitkan pengadilan. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • PT Pelindo Cabang Tanjung Emas menyatakan besi pondasi bekas proyek dermaga 2015–2019 merupakan sisa material investasi yang diserahkan kontraktor pada akhir proyek.
  • Pelindo menegaskan putusan kasasi Nomor 6081 K/Pdt/2025 telah inkracht, menetapkan pipa atau besi di Pelabuhan Tanjung Emas milik Pelindo dan bukan objek eksekusi.
  • Klaim Lemasko Timika Papua memicu aksi demonstrasi; Pelindo membuka koordinasi, sementara KP3 Tanjung Emas bersama personel Brimob memperketat penjagaan lokasi penumpukan besi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
tahun 2015 sampai 2019 silam

Proyek pembangunan dermaga Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menghasilkan sisa material besi pondasi.

Rabu (30/9/2026)

Pelindo menyatakan besi sisa dermaga merupakan miliknya berdasarkan putusan pengadilan yang telah inkracht hingga kasasi. Pelindo juga menanggapi aksi demonstrasi dan klaim kepemilikan dari Lemasko.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sengketa kepemilikan pipa/besi pondasi sisa proyek dermaga Pelabuhan Tanjung Emas Semarang kembali mencuat setelah Lemasko mengklaim aset tersebut dan menggelar aksi demonstrasi.
  • Who?
    PT Pelindo Cabang Tanjung Emas, Lembaga Adat Suku Kamoro (Lemasko) Timika Papua, serta personel KP3 Tanjung Emas dan Brimob terlibat dalam penanganan situasi ini.
  • Where?
    Objek sengketa berada di Pelindo Cabang Tanjung Emas Semarang; penjagaan diperkuat di lokasi penumpukan besi bekas dermaga di sisi barat Pelabuhan Tanjung Emas.
  • When?
    Besi berasal dari proyek pembangunan dermaga pada 2015–2019. Pelindo menyampaikan klarifikasi pada Rabu, 30 September 2026, sementara penjagaan berlangsung hingga batas waktu tidak ditentukan.
  • Why?
    Lemasko mengklaim kepemilikan besi tersebut. Pelindo menyatakan material itu merupakan sisa investasi proyek dan tercatat sebagai inventaris berdasarkan putusan kasasi yang telah inkracht.
  • How?
    Pelindo menyatakan sengketa telah melalui mediasi dan putusan Nomor 6081 K/Pdt/2025. KP3 Tanjung Emas menambah penjagaan dengan puluhan personel Brimob untuk mengantisipasi demonstrasi lanjutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pelindo bilang besi bekas dermaga di Pelabuhan Tanjung Emas adalah miliknya. Lemasko dari Timika Papua juga bilang besi itu milik mereka dan pernah demo. Pengadilan sudah memutuskan besi itu milik Pelindo. Sekarang polisi dan Brimob menjaga tempat besi itu disimpan karena takut ada demo lagi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Putusan berkekuatan hukum tetap memberi Pelindo dasar yang jelas dalam menata material sisa proyek dermaga, sementara keterbukaan untuk berkoordinasi menunjukkan ruang dialog tetap terjaga di tengah perbedaan klaim. Penghormatan terhadap aspirasi, proses mediasi yang telah ditempuh, serta pengamanan lokasi oleh aparat mencerminkan upaya menjaga situasi tetap tertib dan berlandaskan aturan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kepemilikan besi pondasi bekas proyek dermaga Pelabuhan Tanjung Emas Semarang masih tarik ulur. PT Pelindo Cabang Tanjung Emas memastikan telah menang dalam penyelesaian sengketa di PN Cibinong. 

1. Lemasko demo di Pelabuhan Tanjung Emas

Seorang polisi berdiri di depan plang papan larangan yang dipasang Pelindo. (IDN Times/Fariz Fardianto)

General Manajer Pelindo Cabang Tanjung Emas Semarang, S Joko mengatakan jika besi tersebut merupakan barang material sisa investasi yang berasal dari proyek pembangunan dermaga tahun 2015 sampai 2019 silam. 

Sesuai dokumen kontrak pekerjaan konstruksi, menurutnya serah terima sisa material saat akhir proyek antara Pelindo dengan kontraktor pelaksana.

Pihaknya pun membenarkan bahwa kepemilikan besi sisa dermaga sempat menuai polemik karena Lembaga Adat Suku Kamoro (Lemasko) Timika Papua ikut mengklaim atas aset tersebut.

Lemasko juga menggelar demo di Pelabuhan Tanjung Emas dengan menggerakkan sejumlah massa. 

"Kami menghormati masyarakat yang menyampaikan aspirasi melalui aksi unjuk rasa," ujar Joko kepada IDN Times, Rabu (30/9/2026). 

2. Pelindo: Kami tegaskan putusan pengadilan inkrah

Seorang polisi melewati lokasi penumpukan besi bekas dermaga menggunakan sepeda motor. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Pihaknya pun mengklarifikasi klaim ormas Lemasko tersebut. Joko bilang bahwa besi yang diklaim Lemasko sudah tercatat dalam inventarisasi Pelindo sesuai dokumen putusan hukum.

"Kami tegaskan memang barang itu milik kami tertuang di dalam putusan yang telah inkracht sampai dengan kasasi yaitu putusan Nomor : 6081 K/Pdt/2025 yang menyatakan bahwa objek sengketa berupa pipa/besi yang berada di Pelindo Cabang Tanjung Emas Semarang adalah milik Pelindo, bukan objek eksekusi dan proses eksekusi terhadap objek tersebut dinyatakan tidak sah," kata Joko. 

3. KP3 Tanjung Emas tingkatkan penjagaan

Seorang jurnalis televisi memvideo KM Lawit yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Namun begitu, pihaknya selalu terbuka untuk berkoordinasi dengan seluruh pihak dalam rangka mencari solusi bersama.

Sebelumnya, upaya penyelesaian telah dilakukan melalui proses mediasi yang difasilitasi oleh aparat penegak hukum dengan menyerahkan semua copy dokumen pendukung dan melibatkan perwakilan Lemasko. 

"Pelindo menghormati setiap aspirasi yang disampaikan dan akan terus mengedepankan komunikasi serta koordinasi, dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan dan tata kelola perusahaan yang berlaku", tambahnya.

Joko berharap klarifikasi ini dapat membantu memahami fakta yang sebenarnya terkait dengan klaim Lemasko. 

"Kami siap untuk berdiskusi dan bekerja sama dengan semua pihak untuk mencapai tujuan Bersama". bebernya.

Terpisah, Kapolsek KP3 Tanjung Emas Semarang, Kompol Suryanto mengaku telah mengerahkan personelnya untuk mengantisipasi demo lanjutan dari Lemasko. 

Pihaknya sudah menyiagakan regu personel tambahan untuk meningkatkan penjagaan di lokasi penumpukan besi bekas dermaga di sisi barat Pelabuhan Tanjung Emas. 

"Kami dengan puluhan personel Brimob meningkatkan penjagaan di lokasi penumpukan besi ini. Penjagaan dilakukan sampai batas waktu tidak ditentukan," tegasnya. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article