Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pelindo Bangun Terminal Logistik Terpadu KITB Kapasitas 650 Ribu TEUs

Pelindo Bangun Terminal Logistik Terpadu KITB Kapasitas 650 Ribu TEUs
Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar berbincang dengan pimpinan direksi KITB. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Intinya Sih
  • Pelindo dan KAI membangun terminal logistik terpadu seluas 30 hektare di KITB Batang dengan kapasitas awal 600–650 ribu TEUs per tahun, bisa ditingkatkan hingga 1 juta TEUs.
  • Inisiatif ini memperkuat konektivitas berbasis rel antara kawasan industri dan Pelabuhan Batang untuk menekan biaya logistik nasional serta meningkatkan efisiensi rantai pasok domestik dan global.
  • Pembangunan dry port dimulai tahun 2026 melalui studi kelayakan, dilanjutkan konstruksi pada 2027–2028, sebagai langkah strategis memperkuat daya saing industri dan sistem logistik Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Batang, IDN Times - Sebuah terminal logistik yang terkoneksi dengan Pelabuhan Batang dan jalur perlintasan KAI mulai dibangun di kawasan industri terpadu Batang (KITB). Pelindo bersama KAI membangun terminal logistik atau dry port yang terkoneksi dengan rel kereta api seluas 30 hektare. 

Informasi dari pihak Pelindo, terminal logistik terpadu tersebut bisa menampung peti kemas sebanyak 600.000 hingga 650.000 TEUs saban tahun. 

Namun kapasitas terminal logistik di KITB diklaim bisa ditambah hingga 1 juta TEUs apabila ada peningkatan aktivitas di lokasi industri tersebut.

Table of Content

1. Pelabuhan Batang jadi penopang pintu masuk logistik KITB

1. Pelabuhan Batang jadi penopang pintu masuk logistik KITB

IMG_20260423_100755.jpg
Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Ali Murtopo bersama Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar dan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin berbincang di gedung utama KITB. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar menyampaikan pengembangan terminal logistik terpadu akan menjadi perpanjangan layanan pelabuhan yang mendekatkan proses logistik ke kawasan industri. 

Ia berharap nantinya meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat arus barang, serta memperkuat konektivitas dengan jaringan pelabuhan global.

“Kami sudah menyiapkan Pelabuhan Batang sebagai penompang pintu masuk logistik di KITB, dengan adanya dryport ini akan menjadi penguat layanan kepelabuhanan dan konektovitas logistik yang cepat dan efisien," tutur Achmad, Kamis (23/4/2026). 

Penguatan konektivitas berbasis rel yang terhubung langsung dengan pelabuhan dinilai sebagai solusi strategis untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok dan menekan biaya logistik nasional.

Kehadiran fasilitas ini akan memperkuat konektivitas logistik di Jawa Tengah serta mendukung jaringan perdagangan domestik maupun global.

2. Kemenko Perekonomian yakin konektivitas berbasis rel bisa turunkan biaya logistik

IMG-20260423-WA0076.jpg
Pelabuhan Indonesia bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (Perseroda), dan Perumda Aneka Usaha Kabupaten Batang secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait pengembangan Dry Port di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). (IDN Times/Fariz Fardianto)

Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dalam pengembangan dry port. 

Ia menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah awal yang penting dalam memperkuat sistem logistik nasional.

“Penguatan konektivitas berbasis rel dan integrasi dengan pelabuhan menjadi kunci untuk menurunkan biaya logistik nasional. Inisiatif seperti di Industropolis Batang ini adalah contoh konkret bagaimana kolaborasi dapat menghadirkan solusi nyata bagi efisiensi dan daya saing ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Ia juga berharap pembangunan dry port ini dapat berjalan sesuai rencana dan menjadi model pengembangan logistik terintegrasi di berbagai kawasan industri lainnya di Indonesia.

3. Pembangunan dry port dimulai tahun depan

Kawasan Industri Terpadu Batang atau KITB (dok. KITB)
Kawasan Industri Terpadu Batang atau KITB (dok. KITB)

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengaku jika adanya layanan angkutan barang berbasis rel bisa menjadi game changer dalam sistem distribusi logistik nasional.

Untuk pengembangan terminal logistik terpadu akan dilaksanakan bertahap. Dimulai perencanaan dan studi kelayakan pada tahun 2026, dilanjutkan dengan pembangunan infrastruktur pada periode 2027–2028. Hingga tahap operasional dan pengembangan lanjutan sesuai kebutuhan pasar.

Melalui kolaborasi strategis ini, para pihak berkomitmen untuk mendorong peningkatan daya saing industri nasional, memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, serta menciptakan sistem logistik yang lebih efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Bandot Arywono
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More