Seorang pekerja dari PT SPHJ saat mengerjakan pemilahan garam dari petambak garam Kabupaten Pati. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
“Tahun 2026 ini kami optimis meningkat tajam karena dampak Super El Nino. Cuaca diperkirakan naik 2 derajat, lebih kering, dan masa panen bisa membentang panjang sampai bulan November,” ujarnya.
Jawa Tengah saat ini menjadi produsen garam terbesar kedua di Indonesia setelah Jawa Timur, dengan kontribusi sekitar 33 persen terhadap produksi nasional.
Produksi garam Jawa Tengah berasal dari kawasan pesisir Pantura seperti Pati, Rembang, Demak, Jepara, dan Brebes. Selain itu, terdapat sentra garam di wilayah selatan seperti Purworejo, Kebumen, dan Cilacap.
Menariknya, Jawa Tengah juga memiliki kawasan produksi garam daratan di Kabupaten Grobogan yang menjadi salah satu keunikan sektor pergaraman daerah. Secara keseluruhan, luas tambak garam di Jawa Tengah mencapai hampir 10 ribu hektare dengan jumlah petambak mendekati 10 ribu orang.