Puskesmas hingga Rumah Sakit Siaga Kesehatan Kafilah MTQ di Semarang

- Pemkot Semarang menyiagakan 40 puskesmas dan sekitar 40 rumah sakit untuk mendukung kesehatan kafilah selama MTQ Nasional XXXI 2026.
- Dinkes telah memetakan rumah sakit rujukan serta menjadwalkan petugas memantau penginapan peserta, terutama untuk menangani kelelahan atau kebutuhan medis lanjutan.
- Mengantisipasi cuaca panas dan risiko dehidrasi, Dinkes akan berkoordinasi menyediakan air isi ulang di venue serta mengedukasi peserta agar memenuhi kebutuhan cairan.
Semarang, IDN Times – Pemerintah Kota Semarang menyiapkan sistem pengamanan dan layanan kesehatan selama Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI 2026 berlangsung. Upaya itu dilakukan untuk menjaga kesehatan para kafilah agar tetap fit selama mengikuti rangkaian kompetisi.
1. Siagakan 40 puskesmas dan 40 rumah sakit

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum) Maka, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang menyiagakan 40 puskesmas dan melibatkan sekitar 40 rumah sakit untuk mendukung pelaksanaan MTQ Nasional XXXI.
Kepala Dinkes Kota Semarang, Abdul Hakam, mengatakan, fasilitas kesehatan tersebut akan menjadi bagian dari sistem dukungan kesehatan bagi kafilah selama berada di Ibu Kota Jawa Tengah.
“Kami akan pastikan dan back up bersama dengan 40 puskesmas yang kami punya. Kemudian, 40 rumah sakit yang ada di Kota Semarang juga dilibatkan semuanya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2026).
Pengamanan kesehatan yang disiapkan tidak hanya dilakukan di lokasi perlombaan. Dinkes juga memetakan sejumlah fasilitas kesehatan yang dapat menjadi rujukan apabila kafilah mengalami gangguan kesehatan selama berada di Semarang.
Menurut Hakam, kondisi peserta harus menjadi perhatian karena mereka memiliki jadwal perlombaan yang cukup padat setiap hari.
2. Rumah sakit rujukan telah dipetakan

Ilustrasi rumah sakit. (IDN Times/Khaerul Anwar) Rumah sakit rujukan juga telah dipetakan untuk mengantisipasi kondisi seperti peserta kelelahan atau membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
“Kami sudah petakan juga rumah sakit-rumah sakit yang menjadi tempat rujukan untuk para kafilah ketika misalnya tiba-tiba kelelahan dan lain sebagainya,” katanya.
Tak berhenti pada venue, petugas kesehatan juga akan melakukan pemantauan ke sejumlah tempat penginapan peserta.
Dinkes menyiapkan jadwal bagi petugas untuk berkeliling ke penginapan kafilah guna mengantisipasi jika peserta membutuhkan layanan kesehatan.
“Termasuk yang ketiga kami juga membuat jadwal untuk kawan-kawan itu keliling ke beberapa tempat penginapan dari para peserta. Barangkali nanti membutuhkan layanan kesehatan, kita akan keliling,” terang Hakam.
Sementara, persoalan lain yang menjadi perhatian Dinkes adalah kondisi cuaca Kota Semarang yang dikenal panas, terutama bagi kafilah yang datang dari daerah dengan kondisi cuaca berbeda.
3. Antisipasi risiko dehidrasi

ilustrasi seseorang dehidrasi (freepik.com/freepik) Hakam mengatakan, kondisi tersebut harus diantisipasi karena peserta akan menjalani aktivitas cukup padat selama berada di Semarang.
Salah satu risiko yang menjadi perhatian adalah dehidrasi. Maka itu, Dinkes akan berkoordinasi dengan panitia untuk memastikan ketersediaan air minum dan fasilitas isi ulang di sejumlah lokasi kegiatan.
“Pastinya nanti kami juga akan menyampaikan kepada panitia. Harus menyediakan air isi ulang yang mungkin bisa didapatkan di setiap venue,” katanya.
Selain menyediakan akses air minum, petugas promosi kesehatan (promkes) Dinkes juga akan memberikan edukasi kepada peserta agar tidak mengabaikan kebutuhan cairan selama mengikuti rangkaian MTQ.
“Kami akan mengingatkan, jangan sampai terjadi dehidrasi. Kita akan mengingatkan para peserta,” ujar Hakam.
4. Layanan kesehatan bagian tanggung jawab tuan rumah

ilustrasi layanan kesehatan (freepik.com) Hakam menilai kesiapan layanan kesehatan menjadi bagian penting dari tanggung jawab Kota Semarang sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI.
Menurutnya, peserta bukan hanya membutuhkan venue yang siap untuk perlombaan, tetapi juga dukungan kesehatan selama menjalani seluruh rangkaian kegiatan.
“Kita mengharapkan mereka harus sehat walafiat karena mereka setiap hari harus melakukan perlombaan dan jumlah perlombaannya juga cukup banyak,” katanya.
Dengan melibatkan jaringan puskesmas, rumah sakit, petugas promosi kesehatan, hingga layanan pemantauan di penginapan, Dinkes berharap persoalan kesehatan peserta dapat ditangani sedini mungkin.
“Ini yang menurut saya kami atau kita sebagai tuan rumah harus bisa memberikan fasilitas yang terbaik untuk para kafilah yang datang ke Kota Semarang,” pungkas Hakam.




















