Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rahasia di Balik Mitos Menyapu Malam Hari yang Bikin Rezeki Seret

Rahasia di Balik Mitos Menyapu Malam Hari yang Bikin Rezeki Seret
ilustrasi menyapu lantai (pexels.com/RDNE Stock project)
Intinya Sih
  • Larangan menyapu malam hari merupakan gugon tuhon (kepercayaan tradisional) populer yang kerap dikaitkan dengan hilangnya rezeki atau datangnya makhluk halus.

  • Secara ilmiah, larangan ini sebenarnya bertujuan untuk menjaga higienitas dan keselamatan karena keterbatasan teknologi pencahayaan di zaman dulu.

  • Di era modern dengan lampu benderang dan alat pembersih canggih, aktivitas bersih-bersih malam hari sudah sepenuhnya aman dilakukan tanpa perlu khawatir.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah tidak kamu lagi asyik menyapu rumah sepulang kerja malam-malam, tiba-tiba ditegur oleh orang tua karena dianggap pamali? Katanya, tindakan itu bisa membuang-buang rezeki atau bahkan mengundang makhluk halus karena suara gesekan sapunya yang khas. Konon, warisan mitos atau gugon tuhon ini masih melekat kuat dalam budaya masyarakat kita sampai sekarang.

Bagi masyarakat modern, larangan ini sering kali terasa tidak masuk akal dan dianggap sebagai takhayul belaka. Namun, jangan buru-buru skeptis. Nenek moyang kita sebenarnya menyelipkan pesan edukasi yang sangat logis terkait kesehatan dan etika sosial di balik cerita seram tersebut. Yuk, bedah alasan rasionalnya!

1. Risiko Debu Tak Terlihat yang Mengancam Kesehatan

ilustrasi menyapu lantai
ilustrasi menyapu lantai (pexels.com/cottonbro studio)

Zaman dulu, rumah-rumah belum dilengkapi dengan lampu LED benderang seperti sekarang. Penerangan di dalam rumah hanya mengandalkan lilin, obor, atau lampu minyak tanah yang cahayanya sangat redup. Dalam kondisi temaram seperti itu, menyapu justru memicu penyebaran debu dan kuman secara tidak kasat mata.

Alih-alih membuat rumah bersih, debu dan partikel halus yang tersapu justru akan terbang bebas ke udara. Partikel berbahaya ini berisiko tinggi menempel pada makanan yang tersaji, area kasur, atau bahkan terhirup langsung oleh anggota keluarga saat tidur, sehingga memicu gangguan pernapasan seperti ISPA maupun alergi.

2. Logika "Membuang Rezeki" dari Barang yang Hilang

Menyapu lantai
ilustrasi menyapu lantai (freepik.com/freepik)

Mengapa mitosnya selalu dikaitkan dengan rezeki yang seret? Jawabannya kembali lagi pada masalah jarak pandang yang sangat terbatas pada malam hari. Saat membersihkan lantai dalam kondisi gelap, mata manusia akan kesulitan menyaring objek-objek kecil yang berserakan.

Akibatnya, risiko barang kecil yang berharga seperti jarum, perhiasan, uang koin, atau komponen penting lainnya ikut tersapu dan terbuang ke tempat sampah menjadi sangat tinggi. Kehilangan barang berharga akibat kecerobohan inilah yang kemudian secara kreatif dibungkus menjadi perumpamaan membuang-buang rezeki.

3. Menghindari Ancaman Hewan Berbahaya di Sudut Gelap

ilustrasi orang yang sedang menyapu (pexels.com/RDNE Stock Project)
ilustrasi orang yang sedang menyapu (pexels.com/RDNE Stock Project)

Kondisi fisik rumah tradisional zaman dahulu umumnya masih beralaskan tanah atau papan kayu yang memiliki banyak celah kecil. Sudut-sudut ruangan yang gelap dan lembap sering kali menjadi tempat persembunyian favorit bagi hewan nokturnal atau binatang melata yang aktif di malam hari.

Jika kamu nekat menyapu area tersebut dalam kegelapan, risiko mengganggu serangga berbahaya seperti kelabang, kalajengking, atau bahkan ular kecil sangatlah besar. Alasan keselamatan fisik inilah yang membuat aktivitas bersih-bersih di waktu malam sangat dihindari demi mencegah risiko gigitan hewan berbisa.

4. Etika Sosial Menjaga Ketenangan Tetangga

ilustrasi wanita menyapu lantai (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi wanita menyapu lantai (pexels.com/cottonbro studio)

Selain masalah kesehatan, mitos ini juga erat kaitannya dengan etika sosial dalam kehidupan bertetangga. Malam hari merupakan waktu sakral bagi masyarakat tradisional untuk beristirahat dengan tenang setelah seharian memeras keringat di ladang atau sawah.

Suara gesekan sapu lidi yang bergeser di atas lantai tanah atau papan kayu akan terdengar sangat bising di tengah keheningan malam dan berpotensi mengganggu tetangga. Karena orang tua zaman dahulu tahu bahwa nasihat logis terkadang sering diabaikan anak muda, mereka menggunakan psikologi takut hantu agar aturan menjaga ketenangan ini dipatuhi demi ketertiban bersama.

Di era modern seperti sekarang, larangan kuno ini tentu sudah tidak relevan lagi dari segi higienitas. Selama rumahmu memiliki pencahayaan lampu yang terang, membersihkan lantai di malam hari menggunakan alat modern seperti sapu nilon yang lembut atau vacuum cleaner justru sangat disarankan demi menjaga kenyamanan tempat tinggal.

Apakah kamu termasuk tim yang masih sering merasa parno kalau menyapu malam-malam, atau justru tipe yang cuek saja karena tuntutan kesibukan? Tulis pendapat kamu di kolom komentar, ya!

Share Article
Editorial Team

Latest News Jawa Tengah

See More