Semarang, IDN Times - Program tabungan perumahan rakyat (Tapera) saat ini ramai menjadi perbincangan. Salah satu tujuan pemerintah menggulirkan program tersebut, yakni untuk memfasilitasi Generasi Z (Gen Z) yang kesulitan membeli rumah.
Ribut Tapera, Pengamat Sosial Bilang Generasi Z Tidak Butuh Rumah

1. Gen Z tidak tertarik beli rumah
Kendati demikian, pengamat sosial dari Unika Soegijapranata Semarang, Hermawan Pancasiwi menilai, program Tapera tersebut justru tidak cocok dengan Gen Z. Sebab, saat ini Gen Z tidak lagi tertarik untuk membeli rumah.
“Rumah tapak sering kali menjadi sesuatu yang mungkin membuat mereka repot. Gen Z akan cenderung memilih hunian seperti apartemen dan kondominium,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (8/6/2024).
Menurut dosen Program Studi Ilmu Komunikasi itu, anak-anak muda kelahiran 1997 hingga 2012 ini tidak mau repot dengan urusan rumah tangga di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari. Mereka lebih tertarik dengan sesuatu yang serba praktis. Sehingga, mereka sudah tidak memandang rumah sebagai kebutuhan primer.
2. Rumah bukan kebutuhan primer
Gen Z merupakan manusia modern bersifat monodimensional atau hanya memiliki satu dimensi, layaknya kuda yang memakai kacamata. Gen Z mudah mengeluarkan uang untuk hal-hal yang tidak penting, salah satunya gonta-ganti gadget.
“Mereka adalah orang-orang praktis yang selalu mengenggam teknologi. Jadi, kebutuhan mereka akan rumah sekarang tidak lagi primer, bisa menjadi sekunder, bahkan tersier,” kata pria yang akrab disapa Hengwi.
Sehingga, kebijakan Tapera yang turut menyasar Gen Z untuk memiliki rumah di masa depan sudah tidak relevan dengan segala dinamika yang generasi itu alami.
“Rencana pemerintah untuk Tapera itu omong kosong karena rumah sudah tidak laku sebetulnya. Apalagi, jika kebijakan itu menyasar Gen Z,’’ ujarnya.
3. Gen Z tidak mempermasalahkan soal hunian
Menurut dia, Gen Z lebih tertarik pada hal-hal berbau teknologi komunikasi dan informasi dibandingkan rumah. Adapun, terkait hunian mereka tidak akan mempermasalahkan sekecil apa tempat tinggalnya. Asalkan, kehidupan mereka didukung dan terhubung dengan teknologi.
“Hal itu menunjukkan bahwa sekarang Gen Z memiliki orientasi dan kesukaan pada barang-barang modern, termasuk teknologi komunikasi berupa smartphone,” tandasnya.