Semarang, IDN Times – Robot Kecoa karya tim Rotect dari Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) berhasil menggondol medali emas di ajang internasional Asia Youth Innovation Awards pada penyelenggaraan Malaysia Technology Expo (MTE) 2026.
Robot Kecoa dari Undip Gondol Medali Emas di Ajang Internasional

1. Kalahkan ratusan tim dari puluhan negara
Karya tersebut berhasil mengalahkan ratusan tim dari puluhan negara yang saling bertarung untuk menunjukkan hasil inovasi teknologi terbaru yang mereka kembangkan.
Tim Rotect Undip yang berjuang pada kompetisi itu antara lain Muhammad Faizul Kirom, Mega Adinda Ramadhani, Helmi Yusuf, Verrill Varian Jaya Kusuma, Septhian Kallolangi, Hasna Fadhilah Aulia, dan Nicholas David Marsen.
Mereka sukses membawa inovasi robot yang diberi judul “ROACH-DETECT: Cyborg Cockroach-Based System for Victim Detection in Disaster Ruins Using Edge Computing for SAR Operations”.
Karya tersebut mengusung model kecoa berdesis Madagaskar (gromphadorhina portentosa) yang telah dilengkapi dengan modul elektronik karya Tim Rotect.
2. Manfaatkan kecoa berdesis untuk cari korban bencana
Salah satu anggota tim Rotect, Muhammad Faizul Kirom menuturkan, bahwa inovasi ini bermula dari keprihatinan tim terhadap korban bencana yang sering kali sulit dijangkau oleh tim penyelamat.
Untuk mengatasi hal tersebut, kemudian timnya memanfaatkan kecoa berdesis Madagaskar (gromphadorhina portentosa) yang dilengkapi dengan modul elektronik sebagai hewan pelacak.
“Tim kami mengembangkan pendekatan biohybrid, memanfaatkan kecoa jenis Madagascar atau hissing cockroach sebagai platform mobilitas alami. Kalau anjing pelacak kan tidak bisa menelusuri area kecil, akhirnya kami ada solusi pakai hewan yang jauh lebih kecil lagi, buat menelusuri korban di reruntuhan,” terangnya, Sabtu (2/5/2026).
Lebih lanjut Kirom menjelaskan, di dalam modul nantinya tersedia mikrokontroler yang sudah diprogram untuk bisa mengendalikan arah kecoa sekaligus mendeteksi korban melalui pola suhu tubuh manusia. Hasil deteksi kemudian dikirimkan ke situs pengawas yang dapat diakses langsung oleh tim SAR.
“Di sistem ini, kecoa dilengkapi electronic backpack berbasis mikrokontroler yang berfungsi sebagai pusat kendali dan pemrosesan data. Kita juga bisa mengendalikan kecoanya pakai stimulus elektrik agar kecoanya bisa kita arahkan ke area reruntuhannya,” jelasnya.
3. Ingin kembangkan Robot Kecoa jadi lebih sempurna
Adapun, para mahasiswa FT Undip itu mengaku tidak menyangka timnya berhasil meraih medali emas melalui inovasi Robot Kecoa. Mereka bersyukur bahwa ide ini bisa mendapatkan apresiasi yang baik dari para dewan juri.
“Tentunya kami sangat senang dan bersyukur bisa meraih Gold Award di MTE. Apalagi melihat kompetisinya yang cukup ketat dengan peserta dari berbagai negara. Jadi, ini benar-benar di luar ekspektasi kami,” ucap anggota tim Rotect, Mega.
Ia berharap, selepas kompetisi ini, timnya bisa mengembangkan inovasi tersebut agar semakin sempurna dan bisa bermanfaat bagi masyarakat.
“Harapan kami ke depannya, inovasi yang kami kembangkan tidak berhenti di kompetisi saja, tapi bisa terus disempurnakan dan diimplementasikan secara nyata,” pungkas Mega.