Undip Pastikan Tak Naikkan UKT Tahun Ajaran 2026, Ini Alasan Rektor

- Rektor Undip menegaskan UKT tidak naik pada tahun ajaran 2026, mempertahankan biaya kuliah terjangkau dan membuka akses pendidikan luas bagi semua calon mahasiswa.
- Undip menyediakan dana beasiswa Rp8 miliar per tahun untuk mahasiswa berprestasi atau kurang mampu, termasuk peluang bebas biaya kuliah di beberapa program studi luar kampus utama.
- Pada tahun ajaran 2026, Undip akan menerima sekitar 14 ribu mahasiswa baru melalui jalur SNBP, SNBT, dan Mandiri sesuai ketentuan kuota dari kementerian.
Semarang, IDN Times - Rektor Universitas Diponegoro (Undip), Prof. Suharnomo memastikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada tahun ajaran ini tidak naik. Perguruan tinggi negeri (PTN) di Kota Semarang itu juga menjamin akan membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi calon mahasiswa dari berbagai kalangan.
1. UKT tidak berubah dalam 8 tahun terakhir

‘’UKT tetap sama atau tidak berubah dalam delapan tahun terakhir. Dibandingkan dengan top ten university yang lain, saya rasa di Undip (biaya UKT, red) paling rendah, paling affordable,’’ ungkapnya, Jumat (24/4/2025).
Langkah tidak menaikan biaya UKT pada tahun ajaran 2026 ini merupakan komitmen Undip untuk memberikan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh calon mahasiswa.
Suharnomo menjelaskan, untuk mahasiswa yang lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tidak dikenai SPI (Sumbangan Pengembangan Institusi).
‘’Demikian juga, untuk Jalur Mandiri juga memungkinkan calon mahasiswa pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah juga boleh mendaftar dan mendapatkan layanan yang sama. Kami akan memberikan layanan optimal dan mereka diterima dengan sebaik-baiknya,’’ katanya.
2. Sediakan beasiswa hingga Rp8 miliar

Adapun pada setiap ajaran baru, Undip juga menyediakan beasiswa bagi mahasiswa baik yang berprestasi maupun kesulitan ekonomi.
‘’Undip mengelola dana beasiswa sebesar Rp8 miliar per tahun. Untuk anak-anak, no worries, yang berprestasi baik akademik dan non akademik atau kesulitan ekonomi bisa berpeluang mendapatkan beasiswa serta mendapatkan tempat yang baik disini,’’ jelas rektor.
Lebih lanjut Suharnomo juga menerangkan, bagi mahasiswa yang diterima lewat jalur Ujian Mandiri untuk Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU), khususnya untuk sejumlah jurusan seperti S1 Teknologi dan Bisnis Perikanan di Jepara atau S1 Agribisnis di Batang, bisa bebas dari biaya kuliah.
‘’Itu (biaya kuliah, red) 90 persen atau malah 100 persen bisa gratis karena dapat asrama, seragam, buku, dan makan sampai lulus. Ini bagian upaya Undip untuk memenuhi syarat KIPK sebesar 20 persen, dan kami sekarang di angka 23 persen,’’ tandas Suharnomo.
3. Undip menerima 14 ribu mahasiswa baru
Sementara, Wakil Rektor I Undip, Prof. Heru Susanto menyampaikan, Undip akan menerima sekitar 14 ribu mahasiswa baru pada tahun ajaran 2026 melalui jalur SNBP, SNBT, dan Mandiri.
‘’Untuk jalur SNBP berdasarkan prestasi akademik/rapor, kuota minimal 20 persen. Lalu jalur SNBT berdasarkan hasil tes UTBK, kuotanya 30 persen. Sedangkan, jalur Ujian Mandiri, kuotanya maksimal 50 persen,’’ jelasnya.
Heru menambahkan, Undip dalam menentukan daya tampung itu berdasarkan regulasi kementerian dan internal.
‘’Sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH), harus menerima mahasiswa dari jalur SNBP sekurang-kurangnya 20 persen, SNBT sekurang-kurangnya 30 persen, setelah itu bisa menyelenggarakan seleksi mandiri dengan daya tampung maksimal 50 persen,’’ tandasnya.

















