Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Hasil Pertukaran Ragunan, Kapibara Semarang Zoo Lahirkan 2 Anak

Hasil Pertukaran Ragunan, Kapibara Semarang Zoo Lahirkan 2 Anak
Seekor kapibara menyusui anaknya di Bonbin Semarang Zoo. (IDN Times/Dok Humas Semarang Zoo)
Share Article

Semarang, IDN Times - Seekor kapibara koleksi Semarang Zoo melahirkan dua ekor anak. Di bonbin tersebut terdapat seekor kapibara jantan dan tiga ekor betina merupakan salah satu koleksi satwa hasil tukar-menukar satwa yang tidak dilindungi yang didatangkan dari Taman Satwa Ragunan pertengahan tahun lalu.

Sebelumnya, Sitatunga yang didatangkan bersama Kapibara juga melahirkan anakan seekor.

Dokter Hewan Semarang Zoo, drh. Nurul Fauziah mengungkapkan, saat ini anakan Kapibara berusia hampir 1 bulan. Saat ini kondisinya sehat. Namun belum bisa diidentifikasi jenis kelaminnya.

"Kondisinya, Alhamdulilah sehat, dan masih terpantau diasuh oleh induknya. Tapi belum bisa diketahui jenis kelaminnya kalau hanya dengan melihat saja," kata Nurul.

Ia bilang, setiap kematian dan kelahiran satwa dilaporkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Jika ada yang mati, juga dijelaskan dalam laporan hasil autopsi.

"Saat ini administrasi pelaporan tambahan satwa masih kita proses. Jadi belum kita laporkan ke BKSDA," ungkapnya.

Terkait kesehatan satwa, ia menjelaskan pemeriksaan kesehatan dilakukan secara rutin. Kesehatan satwa dipantau melalui laporan yang diterima dari kiper (penjaga satwa) dan mengecek fisik secara langsung.

"Kita melihat keterangan dari para kiper-kipernya, kemudian kita cek sendiri satwanya. Nadi, nafas dan cek fisik. Biasanya kalau ada yang sakit pasti melawan kalau kita pegang," jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, pemberian vitamin dan variasi pakan satwa juga menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan satwa.

Sementara Kiper yang merawat Kapibara, Rizky mengatakan tidak ada masalah selama merawat satwa karena Kapibara merupakan termasuk herbivora jenis hewan pengerat.

"Gampangnya karena hewan pengerat kan, kayak hewan pengerat lain, dia suka sayur-sayuran, full herbivora. Jadi, ikan nila dan lele di kolam tidak dimakan. Itu kita gunakan untuk membersihkan kolam biar tidak ada jentik nyamuk," ujarnya.

Menurut dia, selama masa kehamilan memang tidak nampak pada Kapibara. Namun tetap diketahui karena sudah sering berinteraksi dan akrab dengan satwa, sehingga perubahan bentuk tubuh tetap bisa dicermati.

"Kita tahu dia bunting tapi secara visual memang tidak kelihatan. Kalau anaknya tidak sehat, ya ditinggal, tidak dimakan, full herbivora. Sejauh ini tidak ada kasus begitu, beda dengan tikus atau hamster," paparnya.

Terkait cuaca, ia mengatakan suhu udara menjadi faktor utama dalam merawat satwa di musim yang tidak menentu ini. "Makanya kita sediain air buat dia berendam untuk menjaga suhu tubuhnya. Dia kan semi akuatik," jelasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana

Latest News Jawa Tengah

See More

Hasil Pertukaran Ragunan, Kapibara Semarang Zoo Lahirkan 2 Anak

07 Jun 2026, 15:00 WIBNews