Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

SPMB SMP 2026 Semarang Buka Kelas Khusus Olahraga, Kuota Reguler Aman

SPMB SMP 2026 Semarang Buka Kelas Khusus Olahraga, Kuota Reguler Aman
Ilustrasi PPDB. (ANTARA FOTO/Auliya Rahman)
Intinya Sih
  • Dinas Pendidikan Kota Semarang membuka Kelas Khusus Olahraga (KKO) dalam SPMB SMP 2026 untuk menampung siswa berbakat dan berprestasi di bidang olahraga.
  • Kuota KKO hanya satu rombongan belajar dengan kapasitas 32 siswa, dan seluruh kegiatan pembelajaran akan dilaksanakan di SMP Negeri 3 Semarang.
  • Program KKO tidak mengurangi kuota jalur reguler serta menjadi wadah pembinaan atlet muda agar bisa berkembang tanpa meninggalkan pendidikan formal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Semarang, IDN Times - Dinas Pendidikan Kota Semarang membuka Kelas Khusus Olahraga (KKO) dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk jenjang SMP. Pembukaan kelas ini dipastikan tidak akan mengurangi kuota siswa pada jalur reguler.

1. Wadahi siswa berprestasi di bidang olahraga

Para atlet basket yang bertanding di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) tingkat SMA se-Kabupaten Klaten yang dilangsungkan di GOR Gelarsena, Klaten yang diselenggarakan mulai Jumat (21/2/2025) hingga Minggu (23/2/2025). (Dok Perbasi Klaten)
Para atlet basket yang bertanding di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) tingkat SMA se-Kabupaten Klaten yang dilangsungkan di GOR Gelarsena, Klaten yang diselenggarakan mulai Jumat (21/2/2025) hingga Minggu (23/2/2025). (Dok Perbasi Klaten)

Program KKO tersebut disiapkan khusus untuk mewadahi siswa berprestasi dan berbakat di bidang olahraga pada jenjang SMP.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan mengatakan, proses seleksi KKO telah selesai dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Semarang.

“Untuk KKO kelas khusus olahraga memang sudah selesai seleksinya, kerja sama dengan Dinas Pemuda Olahraga Kota Semarang,” ungkapnya, Minggu (7/6/2026).

2. Kuota KKO hanya satu rombel

Dinas Pendidikan Kota Semarang membuka Posko Pengaduan PPDB 2024 untuk jenjang SD dan SMP. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
Dinas Pendidikan Kota Semarang membuka Posko Pengaduan PPDB 2024 untuk jenjang SD dan SMP. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Untuk diketahui, pada SPMB 2026 kuota KKO hanya dibuka satu rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas 32 siswa. Seluruh peserta yang diterima merupakan siswa dengan kemampuan dan bakat istimewa di bidang olahraga.

“Jadi kuota KKO itu satu kelas SMP ya, hanya SMP, satu rombel di jumlah 32 siswa yang punya bakat istimewa di bidang olahraga. Itu sudah selesai dilakukan seleksi nanti tinggal pendaftaran,” terang Ahsan.

Para siswa yang lolos seleksi nantinya akan mengikuti proses pembelajaran di SMP Negeri 3 Semarang.

“Itu nanti pembelajarannya di SMP Negeri 3 Semarang,” ujarnya.

3. Cetak atlet berprestasi sejak usia sekolah

Orang tua calon siswa mendatangi Posko PPDB SD Negeri Pekunden Semarang karena kesulitan mendaftar secara online, Selasa (18/6/2024). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
Orang tua calon siswa mendatangi Posko PPDB SD Negeri Pekunden Semarang karena kesulitan mendaftar secara online, Selasa (18/6/2024). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Ahsan menegaskan, keberadaan kelas olahraga tersebut bersifat khusus sehingga tidak memengaruhi daya tampung jalur reguler pada SPMB 2026.

Menurutnya, KKO menjadi ruang pembinaan bagi pelajar yang memiliki potensi atletik agar tetap dapat mengembangkan prestasi olahraga tanpa meninggalkan pendidikan formal.

“Dan kami pastikan KKO ini tidak mengurangi jatah untuk reguler yang lain. Karena ini memang tersendiri untuk menampung anak-anak istimewa punya bakat istimewa di bidang olahraga,” tegasnya.

Program KKO diharapkan menjadi salah satu langkah Pemerintah Kota Semarang dalam mencetak atlet muda berprestasi sejak usia sekolah, sekaligus memberikan jalur pendidikan yang sesuai dengan minat dan kemampuan siswa di bidang olahraga.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More