Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

RS Kariadi Semarang Akui Ada Aksi Bulliying Dokter PPDS: Oknumnya Memeras

RS Kariadi Semarang Akui Ada Aksi Bulliying Dokter PPDS: Oknumnya Memeras
Suasana RSUP dr Kariadi Semarang saat jam aktivitas siang hari. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Intinya Sih
  • RS Kariadi mengakui kesalahan dalam melaksanakan kegiatan PPDS setelah sekian lama bungkam dan saling lempar tanggung jawab.
  • Direktur Layanan Operasional RSUP Kariadi, dr Aba Mahabara Yang Putra, mengungkapkan adanya pelaku perundungan di rumah sakitnya yang memanfaatkan posisinya untuk memeras para juniornya.
  • RSUP Kariadi masih menjalin kerjasama dengan FK Undip dalam menyediakan wahana tempat pembelajaran dan praktek dari dokter PPDS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Semarang, IDN Times - Setelah sekian lama bungkam dan saling lempar tanggung jawab, pengelola RSUP dr Kariadi Semarang akhirnya mengakui segala kesalahannya dalam melaksanakan kegiatan PPDS.

Selama bertahun-tahun RSUP Kariadi bekerjasama dengan FK Undip menyelenggarakan PPDS dari berbagai prodi. 

1. RS Kariadi: Perundungan memang ada!

Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago dan Direktur Operasional RSUP Kariadi Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago dan Direktur Operasional RSUP Kariadi Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Direktur Layanan Operasional RSUP Kariadi Semarang, dr Aba Mahabara Yang Putra mengungkapkan pelaku perundungan di rumah sakitnya sebenarnya bisa ditemukan. 

"Perundungan itu memang ada. Dan oknum itu memang ada," ujar Aba kepada wartawan di sela kunjungan Komisi IX DPR RI di rumah sakitnya, Jumat (13/9/2024).

2. Pelaku perundungan manfaatkan positioning

Selasar ruangan anestesi lantai dasar RSUP dr Kariadi Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Selasar ruangan anestesi lantai dasar RSUP dr Kariadi Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Apabila sebelumnya manajemen rumah sakitnya selalu berkelit, maka untuk kali ini dirinya pun tak mau lagi menutup-nutupi kasus bullying yang selama ini terjadi di rumah sakitnya. Terutama yang dialami dokter-dokter PPDS. 

Kendati begitu, Aba berkata pihaknya bersama kepolisian masih menyelidiki berapa banyak oknum yang melakukan aksi bullying kepada para juniornya. 

"Nah, ini masalahnya adalah ketika ada oknum, kita ndak tahu oknum ini masih dalam penyelidikan. Oknum ini melakukan sebuah perundungan, memanfaatkan positioning," tegasnya. 

3. Pelaku perundungan juga memeras adik kelasnya

Gedung instalasi perawatan jantung di RS Kariadi Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Gedung instalasi perawatan jantung di RS Kariadi Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Pelaku bullying yang ia maksud selama ini memeras para juniornya. Yang bersangkutan, katanya berusaha memanfaatkan posisinya untuk melakukan perundungan. 

"Oknum itu memanfaatkan posisinya yang merundung, melakukan pemerasan terhadap adik kelasnya," ujar Aba. 

4. RS Kariadi masih sediakan wahan belajar buat PPDS

Ambulans terparkir di depan IGD RSUP Kariadi Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Ambulans terparkir di depan IGD RSUP Kariadi Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Lebih lanjut, ia menambahkan selama ini juga masih terjalin kerjasama antara RSUP Kariadi dan Undip dalam menggelar program PPDS. Kerjasama ini juga dilakukan pada rumah sakit yang berada di bawah naungan Kemenkes. 

Kerjasama antara RSUP Kariadi dan Undip untuk menyediakan wahana tempat pembelajaran dan praktek dari dokter PPDS. 

"Sebenarnya ada kerjasama antara Undip dengan Kariadi. Jadi emang semua rumah sakit yang vertikal di bawah Kemenkes menjalin kerjasama dengan kampus untuk jadi wahana tempat PPDS belajar," ujar Aba. 

Share Article
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Bandot Arywono
3+
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto

Latest News Jawa Tengah

See More