Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rupiah Borobudur Playon 2026 di Magelang, Begini Cara Daftar dan Jadwalnya
Ilustrasi lari marathon (unsplash.com/id/@tongsu)
  • Rupiah Borobudur Playon 2026 resmi diluncurkan oleh BI Jateng dan Pemprov Jateng, menggabungkan sport tourism dengan aksi sosial untuk mendukung literasi Rupiah dan pariwisata daerah.
  • Seluruh biaya pendaftaran peserta akan didonasikan bagi masyarakat sekitar Candi Borobudur guna pengembangan ekonomi lokal serta program lingkungan seperti pengolahan sampah dan penanaman pohon.
  • Event menargetkan 10.000 partisipan dengan kegiatan lari, edukasi keuangan digital, promosi UMKM, serta kampanye CBP Rupiah, sekaligus menjadi model replikasi wisata olahraga di berbagai wilayah Jawa Tengah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Kegiatan pariwisata berbasis olahraga (sport tourism) di Jawa Tengah memasuki babak baru yang memadukan aktivitas fisik dengan aksi sosial. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi meluncurkan ajang Rupiah Borobudur Playon 2026: Lari untuk Berbagi, Senin (25/5/2026) di Semarang.

Program itu dirancang untuk meningkatkan literasi masyarakat terhadap uang Rupiah melalui gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah), sekaligus mendukung sektor pariwisata daerah. Ajang tahunan yang memasuki pelaksanaan tahun keempat itu sudah masuk ke dalam Calendar of Events Pariwisata Provinsi Jawa Tengah 2026.

Rangkaian acara akan berlangsung pada 4-5 Juli 2026 di kawasan Taman Lumbini, Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Untuk aktivitas lari maraton sendiri bakal digelar pada hari Minggu, 5 Juli 2026.

1. Konsep berbagi untuk kelestarian lingkungan di Borobudur

Peluncuran Rupiah Borobudur Playon 2026: Lari untuk Berbagi, Senin (25/5/2026) di Kantor KPwBI Jateng. (IDN Times/Dhana Kencana)

Sesuai dengan semangat utama acara, seluruh penerimaan dari biaya pendaftaran peserta akan didonasikan secara utuh kepada masyarakat di sekitar kawasan Candi Borobudur demi pengembangan ekonomi dan kepedulian sosial.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho menjelaskan, fokus alokasi donasi tahun 2026 disesuaikan dengan kebutuhan mendesak di lapangan berdasarkan hasil koordinasi bersama Bupati Magelang.

"Penerime yang kita terima dari uang pendaftaran akan kita kembalikan untuk pengembangan wilayah di sekitar Kecamatan Borobudur. Tahun lalu itu ada sekitar 20 desa atau dusun yang akan menerima bantuan ini dan tahun ini juga kelihatannya kita akan melakukan hal yang sama," katanya saat konferensi pers di Kantor KPwBI Jateng.

Ia menambahkan, fokus bantuan dialokasikan untuk pengadaan unit pengolahan sampah dan penanaman pohon sapa demi mewujudkan konsep wisata hijau yang berkelanjutan.

2. Dukungan pemerintah terhadap sektor ekonomi konsumsi

Suasana Sunset atau matahari tenggelam dilihat dari atas Candi Borobudur. (IDN Times/Bandot Arywono)

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan dukungan penuh terhadap ajang itu. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno memaparkan, event olahraga massal seperti maraton menjadi motor penggerak yang efektif untuk mendatangkan wisatawan lintas provinsi.

"Kami dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengucapkan terima kasih ke BI yang secara konsisten berkolaborasi dengan kami untuk menyelenggarakan rupiah korporasi pelayanan di tahun 2026. Ini tentu saja bersinergi dengan program kami dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bagaimana kita untuk mengembangkan Sport Tourism di Jawa Tengah," ujarnya.

Sumarno menekankan, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah banyak ditopang oleh sektor konsumsi. Kehadiran ribuan pelari otomatis akan meningkatkan tingkat hunian hotel, industri kuliner, serta omzet pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Pemprov Jateng juga menyiapkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional di Magelang untuk menyinergikan sistem pengelolaan sampah dari program donasi tersebut.

3. Target partisipasi dan edukasi literasi digital

ilustrasi lari marathon (pexels.com/RUN 4 FFWPU)

Pihak penyelenggara menetapkan target partisipasi total sebanyak 10.000 orang dengan rincian:

  • 4.000 Peserta Lari

    • Terbagi ke dalam kategori rute 5K dan 10K (terbuka bagi Warga Negara Indonesia maupun Warga Negara Asing).

  • 6.000 Pengunjung

    • Terdiri atas komunitas pelari, masyarakat umum, perbankan, dan pemangku kepentingan (stakeholder) terkait.

Selain berkompetisi, pengunjung dapat menikmati berbagai program edukasi kebanksentralan, pameran produk UMKM lokal unggulan Jawa Tengah, gerakan pengendalian inflasi pangan (GPIPS), hingga kampanye transaksi digital menggunakan QRIS. Langkah digitalisasi tersebut didorong agar pelaku usaha kecil di tingkat terbawah tidak tertinggal dari ekosistem sistem pembayaran modern.

Ajang itu juga membawa misi edukasi penting mengenai kedaulian negara. Melalui pesan CBP Rupiah, Bank Indonesia mengajak masyarakat untuk memperlakukan uang fisik secara layak (tidak melipat, meremas, menstaples, atau melubangi) demi memperpanjang masa edar uang serta membantu masyarakat mendeteksi peredaran uang tidak asli.

Berdasarkan evaluasi penyelenggaraan tahun lalu, pihak panitia melakukan perbaikan rute secara signifikan untuk menjaga kenyamanan para pelari. Jalur kategori 5K dan 10K nantinya diatur agar tidak saling bertemu di titik yang sama demi menghindari penumpukan (bottleneck).

Panitia juga menggandeng warga desa di sepanjang jalur lintasan untuk memberikan sorakan penyemangat (cheering). Perlombaan khusus dengan hadiah menarik akan diberikan kepada desa yang menampilkan pertunjukan terbaik bagi para pelari.

Terkait akomodasi, pihak Pemkab Magelang sedang mengidentifikasi daftar homestay dan hotel yang layak digunakan bagi para wisatawan.

4. Replikasi model wisata olahraga di Jawa Tengah

Etawalin Dieng Run yang menyediakan hadiah puluhan juta rupiah.(Freepik.com/Sutrisno)

Kesuksesan formula sport tourism di kawasan Candi Borobudur itu menjadi percontohan yang siap diterapkan di berbagai wilayah Jawa Tengah lainnya. Sumarno menjabarkan beberapa agenda replikasi yang berjalan dan sedang dikembangkan di kabupaten/kota lain:

  1. Kawasan Dieng: Ajang Dieng Caldera Trail Run.

  2. Kawasan Merapi-Merbabu: Ajang Merapi Merbabu De Train dan Merbabu Skyrun.

  3. Kawasan Karanganyar: Ajang Sektorogo (kolaborasi dengan Rekrelawu).

  4. Kawasan Kebumen: Ajang trail run Pantai Selatan yang digelar pada bulan Juni.

  5. Kawasan Gunung Slamet: Pengembangan rute di kawasan Guci, Purbalingga.

  6. Kawasan Gunung Muria: Ajang Muria Trail Run di wilayah Kudus.

  7. Kawasan Wonogiri: Pengembangan jalur inter-trail run hingga Pantai Selatan (jalur uji coba mencakup Karang Bupito).

5. Detail pendaftaran dan biaya registrasi

Laman pendaftaran Rupiah Borobudur Playon 2026 di laman Protix.com. (IDN Times/Dhana Kencana)

Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dan berdonasi dalam kegiatan itu, berikut informasi resmi registrasi peserta:

Kategori Lari

Biaya Pendaftaran

Fasilitas & Konsep Ibadah/Sosial

Kategori 5K

Rp175.000

100% dana didonasikan untuk lingkungan & warga Borobudur

Kategori 10K

Rp225.000

100% dana didonasikan untuk lingkungan & warga Borobudur

Segera daftarkan diri dan komunitas melalui laman resmi https://protix.id/pesan/rupiahborobudurplayon2026/ sebelum kuota penuh. Pantau juga perkembangan rute serta jadwal lengkapnya melalui akun Instagram resmi Rupiah Borobudur Playon.

Mari berlari, berwisata, dan berbagi kebaikan untuk sesama!

Editorial Team

Related Article