Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sekaten 2026 Dimulai, Ini Ragam Aktivitas Seru Wajib Dicoba Warga Solo
Sekaten 2026 di Alun-Alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta. (IDN Times/Larasati Rey)
  • Sekaten 2026 dibuka 2 Agustus di Keraton Surakarta sebagai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pelestarian budaya Jawa, dengan rangkaian acara sepanjang bulan.
  • Prosesi adat meliputi Jamasan gamelan 12 Agustus, Miyos Gangsa 19 Agustus, serta Grebeg Maulud dan Gunungan Sekaten pada 26 Agustus sebagai simbol syukur dan kebersamaan.
  • Pasar Malam Sekaten di Alun-alun Utara menawarkan kuliner, UMKM, dan wahana permainan hingga 30 Agustus, sekaligus membuka peluang pendapatan bagi pedagang dan pelaku usaha.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sekaten 2026 sudah dimulai di Keraton Solo pada 2 Agustus. Acara ini untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad. Ada doa dan upacara adat. Mulai 19 Agustus, gamelan pusaka akan diarak dan dibunyikan. Pada 26 Agustus ada gunungan hasil bumi. Sekarang pasar malam juga buka sampai 30 Agustus, dengan makanan, mainan, dan wahana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surakarta, IDN Times - Bulan Agustus menjadi waktu yang paling dinanti masyarakat Solo. Tradisi Sekaten kembali hadir di kawasan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dengan menghadirkan perpaduan antara budaya, religi, hiburan, hingga wisata kuliner dalam satu rangkaian acara yang berlangsung selama sebulan penuh.

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat membuka rangkaian Tradisi Sekaten Tahun Be 1960/2026 di Kompleks Pagelaran Keraton, Minggu (2/8/2026). Tradisi yang telah berlangsung selama ratusan tahun itu digelar sebagai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus upaya melestarikan warisan budaya Jawa yang sarat nilai religius.

Pembukaan diawali prosesi selamatan sebagai ungkapan syukur, dilanjutkan seremoni pembukaan yang menandai dimulainya seluruh rangkaian Sekaten sepanjang Agustus 2026. Selain prosesi adat, masyarakat juga bisa menikmati Pasar Malam Sekaten yang telah dibuka di kawasan Alun-alun Utara dan halaman Masjid Agung Surakarta.

Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta Hadiningrat, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Wandansari atau Gusti Moeng, menegaskan bahwa Sekaten memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar pesta rakyat.

“Sejak berdirinya Keraton, Alun-alun Utara selalu menjadi pusat penyelenggaraan Sekaten,” ujar Gusti Moeng.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa Sekaten bukan sekadar identik dengan pasar malam. Di balik kemeriahannya terdapat berbagai prosesi adat yang menjadi media syiar Islam sekaligus mengandung nilai sejarah dan filosofi yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

1. Menyaksikan Prosesi Adat yang Sarat Makna

Sekaten 2026 di Alun-Alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta. (IDN Times/Larasati Rey)

Bagi masyarakat yang ingin mengenal budaya Jawa lebih dekat, Sekaten menjadi kesempatan langka untuk menyaksikan prosesi-prosesi adat yang hanya digelar setahun sekali.

Ketua Harian Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat, KPH Eddy Wirabhumi, mengatakan inti perayaan Sekaten justru berada pada rangkaian upacara adat yang menjadi warisan Keraton Surakarta.

“Sekaten itu mesti dipahami, tidak hanya perayaannya, tetapi juga ada acara inti berupa Miyos Gangsa Sekaten hingga rangkaian Gunungan Sekaten,” katanya.

Rangkaian tersebut diawali dengan Jamasan Kyai Guntursari dan Kyai Gunturmadu pada 12 Agustus. Selanjutnya, pada 19 Agustus digelar Miyosaken Gangsa Sekaten, yaitu prosesi mengarak gamelan pusaka menuju Bangsal Pagongan Masjid Agung Surakarta.

Selama sepekan, gamelan pusaka akan dibunyikan setiap hari sebagai bagian dari tradisi syiar Islam. Puncaknya berlangsung pada 26 Agustus melalui prosesi Ngonduraken Gangsa Sekaten yang dilanjutkan Hajad Dalem Grebeg Maulud atau Gunungan Sekaten, ketika gunungan hasil bumi diarak menuju Masjid Agung Surakarta sebagai simbol rasa syukur, berkah, dan kebersamaan.

2. Berburu kuliner, UMKM, hingga wahana permainan.

Sekaten 2026 di Alun-Alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta. (IDN Times/Larasati Rey)

Selain menikmati nuansa budaya, Sekaten juga menjadi destinasi favorit keluarga. Pasar Malam Sekaten yang telah dibuka sejak 1 Agustus menghadirkan ratusan pedagang yang menawarkan beragam kuliner khas, jajanan tradisional, produk UMKM, hingga aneka kebutuhan rumah tangga.

Pengunjung juga dapat mencoba berbagai wahana permainan yang menjadi daya tarik setiap penyelenggaraan Sekaten. Mulai dari permainan anak-anak, komidi putar, bianglala, hingga wahana ekstrem yang selalu ramai dipadati pengunjung saat malam hari.

Suasana Alun-alun Utara yang dipenuhi lampu warna-warni menjadikan kawasan Sekaten sebagai salah satu lokasi favorit warga untuk menghabiskan waktu bersama keluarga maupun teman.

3. Menikmati Wisata Budaya Sekaligus Menggerakkan Ekonomi.

Sekaten 2026 di Alun-Alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta. (IDN Times/Larasati Rey)

Sekaten bukan hanya menjadi agenda budaya tahunan Keraton Surakarta, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran ribuan pengunjung selama hampir satu bulan membuka peluang bagi pelaku UMKM, pedagang kaki lima, hingga penyedia wahana permainan untuk meningkatkan pendapatan.

Rangkaian Sekaten 2026 dijadwalkan berlangsung hingga akhir Agustus, sementara Pasar Malam Sekaten akan berakhir pada 30 Agustus 2026.

Dengan perpaduan antara tradisi Keraton, syiar Islam, hiburan rakyat, wisata kuliner, dan aktivitas ekonomi, Sekaten tetap menjadi salah satu perayaan budaya terbesar di Kota Solo yang selalu berhasil menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah setiap tahunnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article