Semarang, IDN Times – Masyarakat Kota Semarang diminta tidak panik menyikapi informasi mengenai potensi sebaran abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang memastikan hasil pemeriksaan sementara menggunakan paper test menunjukkan negatif abu vulkanik.
Semarang Negatif Abu Vulkanik, Dinkes Imbau Warga Tetap Harus Waspada

1. Hasil pemeriksaan paper test negatif
Kepala Dinkes Kota Semarang, Abdul Hakam mengatakan, pemeriksaan dilakukan berdasarkan hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Paper test yang dilakukan di wilayah Kota Semarang menunjukkan hasil negatif abu vulkanik. Artinya, pada saat pemeriksaan dan pada lokasi atau titik pengambilan sampel tersebut, tidak ditemukan indikasi endapan abu vulkanik pada sampel yang diperiksa,” ungkapnya, Selasa (8/9/2026).
Meski hasil pemeriksaan negatif, Hakam mengingatkan masyarakat tidak mengartikannya sebagai jaminan bahwa seluruh wilayah Semarang akan terbebas dari abu vulkanik sepanjang waktu.
Sebab, sebaran abu vulkanik dapat berubah mengikuti kondisi erupsi, arah dan kecepatan angin, serta waktu dan lokasi pengambilan sampel.
“Perlu dipahami bahwa hasil negatif ini memiliki batasan. Hasil pemeriksaan tersebut tidak berarti bahwa seluruh wilayah Kota Semarang pasti bebas abu vulkanik sepanjang waktu,” katanya.
2. Pemantauan berkala tetap dilakukan
Maka itu, pemantauan tetap dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi perubahan kondisi. Kemudian, masyarakat diimbau tetap melakukan perlindungan diri apabila sewaktu-waktu terjadi paparan abu vulkanik.
Untuk diketahui, abu vulkanik memiliki karakter berbeda dengan debu biasa. Partikelnya sangat halus dan jika terhirup dalam jumlah cukup banyak dapat memicu iritasi pada saluran pernapasan, mata, maupun kulit.
Sejumlah keluhan yang mungkin muncul antara lain batuk, tenggorokan terasa tidak nyaman, mata perih, hingga sesak napas, terutama pada kelompok yang sensitif.
Jika kondisi udara mulai berdebu atau ditemukan material yang diduga abu vulkanik, masyarakat dianjurkan mengenakan masker ketika berada di luar rumah dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.
3. Kewaspadaan lebih perlu diberikan kepada kelompok rentan
Masyarakat juga diminta melindungi mata, menutup makanan dan sumber air, serta tidak membersihkan abu dengan cara menyapu dalam kondisi kering.
“Tidak menyapu abu secara kering. Basahi terlebih dahulu sebelum dibersihkan,” imbau Hakam.
Dinkes juga meminta masyarakat segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan jika mengalami sesak napas, batuk berat atau terus-menerus, nyeri dada, maupun iritasi mata berat.
Kewaspadaan lebih perlu diberikan kepada kelompok rentan, terutama anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan. Pada sisi lain, masyarakat diminta tidak ikut memperkeruh situasi dengan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Masyarakat juga kami imbau tidak menyebarkan foto, video, maupun informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan,” tandas Hakam.
Curated For You
- Kena Abu Vulkanik, Maskapai Diminta Sebar Info Akurat ke Penumpang08 Sep 2026, 10:52 WIB
- BMKG Ungkap Abu Vulkanik Anak Krakatau Setinggi 15 Ribu Fit Lewati Jateng07 Sep 2026, 14:40 WIB