Ganjar Pranowo Ganjar didampingi Ketua Panitia Safari Politik Ganjar Pranowo ke Sumut, Paul Baja M Siahaan meresmikan rumah pemenangan di Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)
Sedangkan, pengamat politik dari FISIP Undip, Nur Hidayat Sardini berpendapat bahwa Ganjar Pranowo masih terlalu perkasa di Jawa Tengah. Selain PDIP menjadi partai pemenang pemilu setidaknya lima tahun terakhir, hampir mayoritas hasil kontestasi Pilkada di Jateng juga dikuasai PDIP.
"Berdasar survei satu bulan lalu, posisi Ganjar memang masih nomor satu, apalagi kita bisa cermati PDIP lima tahun terakhir selalu unggul dan hampir seluruh pilkada mereka meraih suara mayoritas. Rasanya, agak sulit calon lain menandingi Ganjar," kata Nur kepada IDN Times.
Kendati demikian, ia menekankan sampai detik ini tidak ada hasil survei yang valid mengukur tingkat elektabilitas tiga bacapres.
Baik bacapres PDIP Ganjar Pranowo, bacapres koalisi KKIR Prabowo Subianto dan bacapres koalisi Koalisi Perubahan Anies Rasyid Baswedan, tidak bisa diukur angka popularitasnya di mata masyarakat.
"Dari survei sebulan terakhir gak ada itu. Dan jadi makin sulit buat masyarakat. Tapi yang paling mungkin bacapres lain mencuri poin suara di Jateng untuk tahun 2024. Kalau sampai 30-40 persen sudah sangat tinggi untuk calon di luar PDIP. Tapi mereka effortsnya juga belum tampak banget," ungkapnya.