Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Silayur Semarang Bisa Jadi Contoh Kasus Tangani Keselamatan Jalan
Kawasan rawan kecelakaan di Silayur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. (IDN Times/bt)
  • Kawasan Silayur di Semarang dijadikan contoh kasus penanganan keselamatan jalan karena memiliki kondisi geografis ekstrem dan kompleksitas aktivitas yang tinggi.
  • Pemerintah Kota Semarang bersama KNKT memperkuat manajemen lalu lintas dengan kajian teknis, pemasangan rambu, pembatasan kendaraan besar, serta edukasi keselamatan bagi pengemudi.
  • Melalui kolaborasi lintas pihak, Pemkot menargetkan Silayur menjadi rujukan nasional dalam penanganan jalan curam perkotaan sekaligus memastikan keberlanjutan infrastruktur yang aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Jalan Prof. Hamka, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang atau dikenal sebagai kawasan Silayur yang menjadi jalur maut rawan kecelakaan bisa dijadikan contoh kasus penanganan keselamatan jalan. 

1. Contoh kasus sangat lengkap

Kawasan rawan kecelakaan di Silayur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. (IDN Times/bt)

Pengamat transportasi Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno mengatakan, kawasan Silayur dapat dipandang dari sudut yang berbeda. Bukan semata sebagai ruas jalan yang rawan kecelakaan, melainkan sebagai “laboratorium terbuka” untuk pengembangan keselamatan jalan di wilayah berbukit perkotaan.

Menurut dia, langkah yang ditempuh saat ini menunjukkan kemajuan penting dalam cara pemerintah daerah merespons kondisi infrastruktur eksisting secara lebih komprehensif dan berbasis data.

“Ini contoh kasus yang sangat lengkap. Ada aspek kemiringan ekstrem, aktivitas industri, permukiman, sampai perilaku lalu lintas yang semuanya saling beririsan,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).

Dosen Teknik Sipil itu menilai, persoalan konstruksi geometrik jalan di kawasan Silayur, termasuk tingkat kelandaian yang ekstrem, sebagaimana merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur yang telah dirancang dan dilaksanakan pada periode sebelumnya.

2. Perkuat sisi keselamatan dan manajemen lalu lintas

Kawasan rawan kecelakaan di Silayur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. (IDN Times/bt)

Dengan demikian, Pemerintah Kota Semarang berupaya untuk memperkuat dari sisi keselamatan dan manajemen lalu lintas. Pendekatan ini mengemuka seiring meningkatnya perhatian terhadap hasil kajian teknis bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Dinas Perhubungan Kota Semarang yang memetakan secara detail karakteristik geometri jalan, lalu lintas campuran, hingga faktor lingkungan yang memengaruhi risiko di kawasan tersebut.

Adapun dari hasil evaluasi KNKT, ruas jalan sepanjang sekitar 10 kilometer ini memiliki tingkat kelandaian yang mencapai 16 persen, jauh di atas standar ideal jalan di medan perbukitan. Kondisi ini menjadi tantangan teknis yang tidak ringan, namun sekaligus menjadi dasar penting bagi pemkot untuk merancang sistem keselamatan yang lebih adaptif dan terukur.

Sehingga, sejumlah langkah mitigasi kini terus diperkuat, mulai dari pemasangan rambu peringatan, pembatasan jam operasional kendaraan besar, hingga edukasi keselamatan kepada pengemudi. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Semarang untuk memastikan infrastruktur yang telah ada tetap aman digunakan masyarakat.

Dalam perspektif perencanaan kota, kawasan sekitar Bukit Semarang Baru (BSB) juga mulai diarahkan pada penataan pertumbuhan yang lebih terukur. Rekomendasi untuk mengendalikan ekspansi industri hingga tersedia jalur alternatif menjadi bagian dari strategi menjaga keseimbangan antara mobilitas dan keselamatan.

3. Penanganan Silayur jadi rujukan nasional

Kawasan rawan kecelakaan di Silayur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. (IDN Times/bt)

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menambahkan, melalui penguatan berbasis kajian teknis dan kolaborasi lintas pihak, Pemerintah Kota Semarang berupaya menghadirkan solusi berkelanjutan atas tantangan infrastruktur yang telah ada.

“Tanjakan Silayur ini memang memiliki karakteristik jalan yang ekstrem. Elevasi tanjakan cukup panjang dan curam sehingga membutuhkan perhatian khusus, terutama untuk kendaraan berat,” ujarnya.

Silayur pun diproyeksikan tidak hanya menjadi lebih aman, tetapi juga menjadi rujukan nasional dalam penanganan jalan menurun ekstrem di kawasan perkotaan.

Transformasi ini menegaskan bahwa pengelolaan infrastruktur tidak berhenti pada pembangunan, tetapi juga pada keberlanjutan penanganan dan peningkatan keselamatan bagi seluruh pengguna jalan.

Editorial Team