Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Siswi SD Batursari Demak Meninggal Bunuh Diri, Polisi Periksa Sang Ibu

ilustrasi jenazah (pixabay.com/soumen82hazra)
ilustrasi jenazah (pixabay.com/soumen82hazra)
Intinya sih...
  • Siswi SD Batursari Demak meninggal bunuh diri dalam kondisi gantung diri
  • Polisi memeriksa ibu kandung siswi tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut
  • Hasil penyelidikan sementara menunjukkan hubungan korban dan ibunya cenderung baik-baik saja, namun belakangan tersebar chat korban dengan ibunya yang mana ibunya memaki-maki korban
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Demak, IDN Times - Seorang siswi SD Desa Batursari Kecamatan Mranggen Demak berinisial SA meninggal dunia dalam kondisi gantung diri, Kamis (11/2/2026). Polres Demak saat ini memeriksa ibu kandung siswi tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut. 

"Ibunya statusnya masih saksi. Cuma masih sulit diperiksa karena namanya kehilangan anak, pasti berat. Sering bengong dan berkaca-kaca, masih trauma. Ya kalau punya rasa benci terhadap korban, tentu tak menunjukan respon seperti itu," kata Kasatreskrim Polres Demak, AKP Anggah Mardwi Pitriyono, Selasa (17/2/2026). 

Untuk hasil penyelidikan sementara, katanya hubungan korban dan ibunya cenderung baik-baik saja. Sebab, sejumlah saksi yang diperiksa, mengaku tak pernah mendengar ada keributan di dalam rumah SA.

Tetapi, belakangan ia mendapat informasi kalau hubungan antara SA dan ibu kandungnya beberapa kali diwarnai pertengkaran karena pesan singkat.

Belakangan memang tersebar chat korban dengan ibunya yang mana ibunya memaki-maki korban. 

“Chat itu terjadi karena korban tidak balas pesan dan telepon, jadi ibunya khawatir. Anak itu ternyata juga punya kecenderungan seperti itu, sehingga orangtunya sering khawatir. Apalagi masih sekolah, perempuan, kalau pulang dan berangkat, tidak sama orangtuanya,” paparnya. 

“Ayahnya masih ada, tapi kerja di Surabaya. Keterangan tetangga juga tak ada pertengkaran. Tahun kemarin, mereka malah pinknik satu keluarga ke Jakarta,” terangnya.

Adapun hasil pendalaman di lingkungan sekolah, Polres Demak tak menemukan tanda-tanda perudungan. SA disebut sebagai anak pintar dan kerab bersosialisasi dengan teman-teman di lingkungan sekolah.

“Aktif di sekolah korban, tidak ada masalah. Ekonomi juga bisa dieliminasi karena tak ada tunggakan pembayaran juga di sekolah," sambungnya.

Polres Demak pun sampai sekarang masih terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti SA memilih gantung diri. Kasus ini juga menjadi sulit untuk menggali keterangan karena ibu kandung korban masih trauma untuk dimintai keterangan lebih dalam.

Jika kamu merasa tertekan, cemas berlebihan, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, kamu tidak sendirian dan bantuan tersedia. Berbicara dengan orang lain bisa menjadi langkah awal yang penting.
Kamu bisa menghubungi berbagai layanan kesehatan atau konsultasi di kota kamu:
Layanan Kemenkes RI – Halo Kemenkes 1500-454
Layanan Sejiwa 119 ext. 8 (dukungan kesehatan mental)
Atau berbicara dengan keluarga, sahabat, atau tenaga profesional terdekat
Mencari bantuan bukan tanda kelemahan, melainkan langkah berani untuk menjaga diri.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Jalur Grobogan-Semarang Putus, Luthfi Instruksikan Percepat Jembatan

17 Feb 2026, 13:24 WIBNews