Soal UKT Tinggi, Gibran Tak Setuju dengan Pernyataan Dirjen Pendidikan

Surakarta, IDN Times - Kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dikeluhkan banyak mahasiswa bahkan disampaikan oleh Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) ke Komisi X DPR RI, Kamis (16/5/2024) lalu.
Keluhan tersebut ditanggapi oleh Wakil Presiden Terpilih, Gibran Rakabuming Raka.
1. Akan koordinasi dengan rektor dan kementerian

Menanggapi keluhan mahasiswa, Gibran berjanji akan menindaklanjuti keluhan tersebut. Pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan rektor-rektor dan kementerian.
"Ya itu nanti kita tindaklanjuti lagi ya. Kita koordinasi terus dengan rektor-rektor dengan kementerian juga," kata Gibran, Selasa (21/5/2024).
Gibran mengakui banyak keluhan yang datang dari mahasiswa terkait kenaikan UKT. "Anak-anak muda itu terutama, nanti kita tindaklanjuti," imbuhnya.
2. Tak setuju dengan Dirjen Pendidikan

Lebih lanjut, Walikota Solo tersebut mengaku tidak setuju dengan pernyataan dari Plt. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Prof. Tjitjik Sri Tjahjandarie yang mengatakan pendidikan tinggi ini adalah tertiary education dan bukan wajib belajar.
"Enggak. Intinya ini, pasti banyak orangtua yang pengin anaknya kuliah selesai S1. Makanya ke depan warga juga harus kita bantu dengan bantuan-bantuan yang sudah ada sekarang ini," jelasnya.
Menurutnya salah satu program pemerintah yakni KIP (Kartu Indonesia Pintar) kuliah atau bantuan-bantuan lain misalnya LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) telah disalurkan, ke depan ia akan melakukan cakupan lebih luas dan tepat sasaran.
"Nah ini nanti kita pengin nanti tepat sasaran, ya kalau bisa cakupannya juga diperluas. Ya ini masih dalam pembahasan terus ya, ditunggu saja ya," jelasnya.
3. Gibran inginkan pendidikan yang tinggi

Gibran menginginkan pendidikan yang lebih tinggi, KIP lebih tepat sasaran, dan cakupannya lebih luas lagi. Sementara terkait UKT, dirinya mengatakan hal tersebut akan dibahas kementerian dulu. Dirinya menegaskan, ingin mencetak lebih banyak lagi sarjana.
"Ya pasti ditunggu saja nanti kepastiannya seperti apa (untuk menjawab kerisauan saat ini?). Sekali lagi kita pengin mencetak sarjana sebanyak mungkin. Kita pengin KIP kuliah tepat sasaran, cakupannya diperluas," pungkasnya.



















