Stadion Tri Lomba Juang Bakal Jadi Ikon Sport Tourism Baru di Semarang
- Pemerintah Kota Semarang mulai membenahi Stadion Tri Lomba Juang sebagai langkah strategis menjadikan kota ini pusat sport tourism regional di Jawa Tengah.
- Renovasi difokuskan pada penggantian lintasan lari bersertifikat IAAF dan pembenahan lapangan tenis, dengan aktivitas olahraga sementara dialihkan ke Stadion Sidodadi.
- Proyek renovasi memasuki tahap prakualifikasi lelang dan ditargetkan selesai sebelum Porprov Jateng 2026, agar stadion siap menjadi ikon sport tourism serta penggerak ekonomi lokal.
Semarang, IDN Times - Pemerintah Kota Semarang mulai melakukan pembenahan terhadap Stadion Tri Lomba Juang (TLJ). Upaya ini sebagai bagian dari ambisi menjadikan Ibu Kota Jawa Tengah sebagai pusat sport tourism regional.
1. Bakal ditutup sementara selama dua bulan

Stadion legendaris yang berdiri sejak tahun 1972 itu selama ini menjadi ruang olahraga favorit warga Kota Semarang. Sesuai rencana, Stadion TLJ akan ditutup sementara mulai Juli hingga Agustus 2026 untuk renovasi lintasan atletik dan sejumlah fasilitas pendukung.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan, proyek pembenahan TLJ bukan sekadar perawatan rutin fasilitas olahraga, melainkan langkah strategis untuk menyiapkan Semarang sebagai kota penyelenggara event olahraga berskala besar.
“Kalau komunitas dan pegiat sport tourism bisa menghadirkan event secara rutin dan terjadwal, sekecil apapun kegiatannya akan memberikan dampak ekonomi bagi kota. Orang datang, menginap, berbelanja, dan menikmati destinasi di Semarang,” ujarnya di sela meninjau Stadion TLJ, Rabu (10/6/2026) malam.
2. Fokus pada penggantian lintasan lari

Renovasi tersebut difokuskan pada penggantian lintasan lari menggunakan material bersertifikat International Association of Athletics Federations (IAAF) atau federasi atletik dunia. Selain itu, lapangan tenis di kawasan stadion juga ikut dibenahi agar memenuhi standar pertandingan.
Selama proses pengerjaan berlangsung, aktivitas olahraga masyarakat dialihkan sementara ke Stadion Sidodadi yang sebelumnya telah selesai direnovasi Pemkot Semarang.
Menurut Agustina, kualitas fasilitas olahraga menjadi kunci penting dalam membangun citra kota modern sekaligus sehat. Karena itu, ia meminta seluruh fasilitas publik yang sudah diperbaiki nantinya dijaga secara berkelanjutan, baik dari sisi kebersihan maupun perawatan.
“Fasilitas yang sudah diperbaiki harus dijaga kualitasnya. Kebersihan dan perawatannya juga harus menjadi perhatian serius agar masyarakat merasa nyaman saat menggunakannya,” tegasnya.
3. Proyek renovasi masuk tahan prakualifikasi lelang

Sementara, Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Semarang, Ferry Kuntoaji menjelaskan, proyek renovasi kini memasuki tahap prakualifikasi lelang. Pemkot menargetkan seluruh pekerjaan rampung sebelum pelaksanaan Porprov Jawa Tengah Oktober 2026.
Tak hanya untuk kebutuhan olahraga harian, Stadion TLJ ke depan diproyeksikan menjadi pusat kegiatan olahraga kota yang mampu menarik event regional hingga nasional. Pemkot melihat potensi kawasan tersebut berkembang menjadi episentrum sport tourism yang menggerakkan sektor ekonomi kreatif, perhotelan, kuliner hingga UMKM lokal.
‘’Dengan pembenahan ini, Stadion Tri Lomba Juang dipersiapkan bukan hanya sebagai arena olahraga, tetapi juga sebagai wajah baru Semarang dalam membangun industri wisata berbasis event dan gaya hidup sehat,’’ tandas Ferry.

















