Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Stop Jemur Baju Sembarangan! Pakai Trik Kipas Angin Ini Biar Bebas Apek
ilustrasi jemur baju (pexels.com/Teona Swift)
  • Bediding saat puncak kemarau, kelembapan tinggi, dan minim matahari membuat pakaian sulit kering; jemuran lembap terlalu lama dapat memicu bau apek akibat pertumbuhan bakteri.
  • Susun jemuran membentuk lengkungan: pakaian panjang di luar dan pendek di tengah. Letakkan kipas dari bawah atau samping mengarah ke atas, lalu aktifkan mode berputar.
  • Saat menjemur di dalam ruangan, buka celah pintu atau jendela untuk membuang udara lembap. Peras pakaian dengan handuk kering dan beri jarak 5–10 cm antarhanger.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
malam hingga pagi hari

Fenomena bediding membuat suhu udara terasa sangat dingin dan menusuk.

siang hari

Kelembapan tinggi dan minimnya terik matahari membuat pakaian yang dicuci sulit kering sempurna.

Sebelum menggantung pakaian di depan kipas angin

Pakaian perlu diperas maksimal; kain tebal dapat digulung dalam handuk kering dan ditekan untuk menyerap sisa air.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pengeringan pakaian dengan kipas angin dianjurkan untuk membantu mencegah bau apek saat pakaian sulit kering akibat kondisi udara lembap dan minim sinar matahari.
  • Who?
    Warga yang mencuci dan menjemur pakaian, terutama yang mengeringkan pakaian di dalam ruangan saat cuaca dingin dan lembap.
  • Where?
    Di rumah, terutama pada area jemuran dalam ruangan yang memiliki celah jendela atau pintu untuk ventilasi silang.
  • When?
    Saat puncak musim kemarau dan fenomena bediding, ketika suhu malam hingga pagi terasa dingin, kelembapan tinggi, dan pakaian sulit kering sempurna.
  • Why?
    Pakaian yang terlalu lama lembap dapat berbau apek akibat pertumbuhan bakteri. Aliran udara dari kipas membantu mempercepat penguapan air pada kain.
  • How?
    Pakaian disusun melengkung, kipas diletakkan dari bawah atau samping dengan mode geleng, ventilasi dibuka, jemuran diberi jarak 5–10 cm, dan kain tebal dapat ditekan dalam handuk kering.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Saat musim kemarau, malam dan pagi bisa sangat dingin. Baju jadi susah kering dan bisa bau apek. Kita bisa pakai kipas angin di rumah. Baju panjang digantung di luar dan baju pendek di tengah. Kipas diletakkan dari bawah. Jendela dibuka sedikit supaya udara basah bisa keluar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah cuaca kemarau yang lembap dan dingin, pengeringan pakaian tidak harus bergantung pada peralatan mahal. Pemanfaatan kipas angin, pengaturan jarak jemuran, serta ventilasi ruangan menunjukkan bahwa kebutuhan rumah tangga dapat diatasi dengan cara sederhana yang membantu pakaian lebih cepat kering, tetap wangi, dan pengeluaran lebih hemat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Fenomena puncak musim kemarau di Indonesia sering kali diiringi oleh fenomena bediding, yaitu kondisi suhu udara yang terasa sangat dingin dan menusuk di malam hingga pagi hari. Meski siang hari tampak berawan, kelembapan udara yang tinggi serta minimnya terik matahari terik membuat baju yang dicuci menjadi sangat sulit kering sempurna.

Alhasil, pakaian yang dijemur terlalu lama dalam kondisi lembap akan mengeluarkan bau apek yang mengganggu akibat pertumbuhan bakteri. Banyak orang berpikir bahwa satu-satunya solusi adalah membeli mesin pengering (dryer) mahal atau menggunakan jasa laundry. Padahal, kamu hanya butuh satu alat elektronik sederhana yang sudah ada di rumah: kipas angin.

Berikut 4 langkah Circulation Hacks mengeringkan pakaian tanpa bau apek pakai kipas angin rumah ala IDN Times. Yuk, simak biar baju tetap wangi dan hemat pengeluaran, Lur!

1. Atur Jarak dan Metode "Formasi Pelangi" (Arch Layout)

ilustrasi jemuran (pexels.com/Nothing Ahead)

Kunci utama mengeringkan pakaian dengan kipas angin adalah menciptakan sirkulasi udara yang merata di setiap helai kain.

Gantung pakaian berukuran panjang (seperti celana jeans atau gaun) di bagian luar jemuran, dan pakaian berukuran pendek (seperti kaus atau pakaian dalam) di bagian tengah.

Formasi melengkung mirip pelangi ini memungkinkan aliran angin dari kipas meluncur melewati bagian bawah pakaian pendek dan mengenai seluruh lapisan kain secara merata tanpa ada yang terhalang.

2. Posisikan Kipas Angin di Sudut Bawah dan Mode Gelombang (Oscillation)

ilustrasi kipas angin (pexels.com/Jakub Zerdzicki)

Jangan mengarahkan kipas angin dari atas atau dari depan secara lurus memotong barisan jemuran.

Letakkan kipas angin di bagian bawah atau samping dengan posisi agak menengadah ke atas (upward tilt). Karena sifat molekul air akan mengalir dan berkumpul di bagian bawah pakaian, hembusan angin dari bawah akan mempercepat penguapan titik air tersebut.

Aktifkan fitur kipas berputar (geleng kanan-kiri) agar seluruh bagian pakaian mendapatkan terpaan angin secara konstan.

3. Ciptakan Ventilasi Silang (Cross Ventilation) di Dalam Ruangan

Ilustrasi jemuran (pexels.com/gokceakyildiz)

Jika kamu terpaksa menjemur di dalam rumah karena cuaca bediding yang dingin di luar, pastikan ruangan tidak tertutup rapat.

Buka Celah Jendela/Pintu: Buka sedikit jendela atau pintu di ruangan tempat kamu menjemur.

Dorong Udara Lembap: Angin dari kipas angin akan menguapkan air dari kain, dan celah jendela berfungsi sebagai jalur keluar bagi udara lembap tersebut. Tanpa ventilasi silang, ruangan akan menjadi sangat lembap dan membuat pakaian tetap berbau apek.

4. Manfaatkan Bantuan Handuk Kering dan Hanger Berjarak

ilustrasi jemuran (pexels.com/Roman Koval)

Sebelum menggantung pakaian di depan kipas angin, pastikan kamu memaksimalkan proses pemerasan awal.

Trik Handuk: Untuk bahan kain tebal seperti sweater atau jaket, gulung pakaian di dalam handuk kering yang bersih lalu tekan-tekan sebelum digantung. Handuk akan menyerap 50 persen sisa air secara instan.

Beri Jarak Minimal 5 cm: Jangan menumpuk jemuran terlalu rapat. Berikan jarak setidaknya 5–10 cm antargantungan baju (hanger) agar hembusan angin dari kipas dapat menyusup ke sela-sela kain.

Curated For You

Editorial Team

Related Article