Stasiun Solo Balapan. (IDN Times/Larasati Rey)
Stasiun Solo Balapan menawarkan sesuatu yang berbeda: perpaduan kontras yang unik. Kamu bisa menemukan arsitektur kolonial klasik di bagian depan, lalu beralih ke arsitektur modern futuristik di area peron layang.
Spot yang nggak boleh dilewatkan adalah jembatan penyeberangan layang (skybridge) yang menghubungkan stasiun dengan Terminal Tirtonadi. Lorong kacanya dengan pola simetris geometris modern sangat instagramable. Jangan lupa juga berfoto di depan papan nama raksasa "Solo Balapan" dengan latar bangunan ikonik stasiun sebagai tanda kunjunganmu.
Keempat stasiun ini membuktikan bahwa perjalanan menggunakan kereta api bukan sekadar soal berpindah tempat, tapi juga tentang menikmati jejak sejarah yang masih hidup. Dengan tiket KRL yang terjangkau, kamu sudah bisa mendapatkan ribuan foto estetik bernilai tinggi.
Sebelum kamu berangkat hunting foto, coba jawab dulu nih:
Kamu lebih suka konsep foto gaya retro/vintage atau minimalis urban modern?
Apakah kamu butuh info cara transit dan tap-in tiket biar nggak bingung saat pindah stasiun?
Atau kamu mau rekomendasi kafe estetik terdekat yang bisa ditempuh jalan kaki dari stasiun-stasiun di atas?
Yuk, tulis preferensimu di kolom komentar, biar kita bisa bedah rute perjalanan fotomu lebih detail lagi!