Suwiran Ayamnya Basi, 75 Siswa SMKN 11 Semarang Keracunan MBG
Semarang, IDN Times - Tidak kurang 75 siswa SMK Negeri 11 Kota Semarang mengalami mual-mual dan pusing setelah kedapatan menyantap makanan dari menu makan bergizi gratis (MBG).
Pelaksana Tugas Kepala Cabang Dinas Wilayah 1 Disdikbud Jateng Haris Wahyudi mengatakan ada indikasi para siswa keracunan MBG karena daging ayam yang disantap terasa basi.
"Yang dirasa basi ya ayamnya," kata Haris, Sabtu (10/1/2026).
Haris berkata sebenarnya ada 1.400 siswa yang menyantap MBG. Saat kejadian mereka memakan sayur oseng labu atau jipan, bergedel tahu, daging ayam suwir dan sepotong semangka.
Namun dari total 1.400 siswa itu, ada 75 orang yang mengalami keracunan.
Untuk saat ini masih ada anak yang dirawat di rumah sakit Hermina Banyumanik Semarang. Rinciannya, empat yang sebelumnya di rawat di rumah sakit, dua di antaranya diizinkan pulang.
"Dua masih dirawat. Kemudian yang lain tidak apa-apa," katanya.
Kejadian keracunan MBG di SMKN 11 muncul hari Kamis kemarin kisaran jam 16.00 WIB sore. "Habis mendapat MBG. Sorenya sekitar pukul 16.00 WIB ada siswa yang mengalami gejala mual-mual. Kemudian pusing seperti itu," akunya.
Imbas insiden ini, operasi SPPG sementara dihentikan. Berdasarkan informasi Cabdin I, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sekitar SMKN 11 letaknya di lahan Kodam IV Diponegoro.
Kapendam IV Diponegoro, Letkol Inf Andy Soelistyo membenarkan bahwa dapur MBG tersebut berada di lahan tanah milik TNI. Adapun namanya, SPPG Banyumanik Pudakpayung IV.
Tetap ia menegaskan Kodam tidak memiliki SPPG. Operasional SPPG Pudakpayung IV diklaim milik Badan Gizi Nasional (BGN).
"Sebagai klarifikasi, terkait dengan hal tersebut kami menyampaikan ulang bahwasanya untuk seluruh proses terkait SPPG dijalankan secara langsung dari personel yang telah ditunjuk oleh BGN. Kami tugasnya pendampingan terbatas," ujar Andy.


















