Tak Mau Risetnya Tenggelam, Unsoed Perkuat Aliansi dengan Media

- Unsoed memperkuat kolaborasi dengan media massa untuk memperluas publikasi riset dan inovasi, menegaskan pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam penyebaran pengetahuan kepada masyarakat.
- Kampus ini fokus pada pengembangan agribisnis dan biosains, termasuk kerja sama dengan PT Sang Hyang Seri untuk produksi varietas unggul padi nasional yang mendukung ketahanan pangan Indonesia.
- Melalui forum silaturahmi dengan jurnalis, Unsoed menekankan transparansi dan komunikasi publik guna membangun kepercayaan masyarakat serta memperkuat kontribusi riset bagi pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Banyumas, IDN Times - Ditengah derasnya arus informasi dan persaingan inovasi global, perguruan tinggi tak lagi cukup hanya menghasilkan riset. Publikasi, distribusi gagasan, dan penyampaian capaian kepada masyarakat menjadi sama pentingnya. Kesadaran itu yang mendorong Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mempererat sinergi dengan media massa.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi dan kolaborasi bertajuk “Kolaborasi Unsoed dan Media dalam Membangun Kemajuan Riset dan Pendidikan untuk Indonesia Emas” yang digelar di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Rektorat Unsoed, Senin (2/3/2026) sore. Sekitar 30 jurnalis termasuk dari IDN Times dan dari media cetak, daring, dan elektronik hadir dalam forum tersebut.
Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.,Agr., IPU., ASEAN Eng, hadir didampingi Wakil Rektor Akademik Prof. Dr. Ir. Noor Farid,M.Sc., serta Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas Prof. Dr. Sos Waluyo Handoko, S.IP, M.Sc.
1. Riset tak bisa jalan sendiri

Rektor Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq menegaskan semangat inklusivitas dan kebersamaan. Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran para jurnalis dan menekankan bahwa media bukan hanya peliput kegiatan kampus, melainkan mitra strategis pembangunan.
"Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menghasilkan riset, inovasi, dan sumber daya manusia berkualitas, sementara media berperan strategis menyebarluaskan capaian tersebut sekaligus memberikan masukan konstruktif demi perbaikan institusi,"ujarnya.
Bagi Sodiq, kemajuan pendidikan tinggi tak bisa berjalan dalam ruang tertutup,riset yang tidak dipublikasikan dan dipahami publik berisiko kehilangan dampaknya, disinilah peran media menjadi krusial menjembatani bahasa akademik agar relevan dan mudah dipahami masyarakat.
Ia bahkan menyelipkan cerita personal sebagai dosen yang masih aktif mengajar mata kuliah Livestock Production System, sebuah mata kuliah yang ia adaptasi dari pengalaman akademiknya di luar negeri. "Kampus harus terus belajar, berjejaring, dan terbuka pada kolaborasi global namun tetap membumi pada kebutuhan lokal,"katanya.
2. Konsisten pada agribisnis dan biosains

Ditengah transformasi pendidikan tinggi nasional, Unsoed menegaskan posisinya sebagai kampus berbasis pengembangan potensi lokal, khususnya agribisnis dan biosains. Dengan akreditasi unggul, Unsoed terus memperkuat kapasitas dosen, jumlah mahasiswa, serta infrastruktur kampus.
Arah pengembangan tersebut selaras dengan program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Dalam konteks ini, riset bukan hanya publikasi ilmiah, melainkan solusi konkret bagi kebutuhan bangsa. Salah satu bentuk kontribusi nyata adalah kerja sama strategis dengan PT Sang Hyang Seri dalam pengembangan dan produksi varietas unggul padi nasional.
Rektor memaparkan bahwa dua varietas unggul, yakni Inpago Unsoed 1 dan Inpari Unsoed P20 Tangguh, akan diproduksi massal melalui lisensi eksklusif oleh PT Sang Hyang Seri. Sementara itu, varietas Inpago Unsoed Protani diproduksi dengan lisensi umum. Artinya, pihak lain tetap dapat memproduksi benih bersama PT Sang Hyang Seri yang akan menjalankan produksi dan distribusi secara luas.
Inpago Unsoed Protani sendiri telah resmi dilepas sebagai varietas unggul nasional dan memiliki pasar yang menjanjikan di berbagai daerah di Indonesia. Varietas ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjawab tantangan ketahanan pangan di tengah perubahan iklim dan dinamika kebutuhan pangan nasional.
3. Media sebagai jembatan kepercayaan publik
Forum silaturahmi tersebut tak hanya berisi paparan satu arah. Rektor bahkan meminta para jurnalis memperkenalkan diri mulai dari nama, media, hingga domisili. Suasana cair itu mencerminkan pendekatan personal yang ingin dibangun kolaborasi yang setara dan berkelanjutan.
Unsoed berharap sinergi dengan media dapat menjadi jembatan penyampaian informasi capaian riset dan pendidikan kepada masyarakat luas. Transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi publik yang baik diyakini akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan tinggi.
Rektor menyebut diera ketika disinformasi mudah menyebar, kolaborasi kampus dan media menjadi benteng penting bagi penyebaran pengetahuan yang valid dan berbasis data. "Ambisi Indonesia Emas 2045 menuntut riset yang aplikatif, inovasi yang berdampak, serta komunikasi publik yang efektif,"katanya.
Prof Sodiq juga sebut Unsoed optimistis berbagai capaian riset dan inovasi kampus dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, dan bagian dari fondasi pembangunan nasional yang berkelanjutan.
















