- Sebagai Makmum: "Ushalli sunnatal khusuufi rak'ataini ma'muuman lillaahi ta'aalaa" (Saya niat salat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala).
- Salat Sendiri (Munfarid): "Ushalli sunnatal khusuufi rak'ataini lillaahi ta'aalaa" (Saya niat salat sunah gerhana bulan dua rakaat karena Allah Ta’ala).
Panduan Tata Cara Salat Gerhana Bulan Khusuf 3 Maret 2026

- Salat gerhana bulan (khusuf) pada 3 Maret 2026 bertepatan dengan bulan Ramadan dan dilakukan dua rakaat dengan dua kali rukuk di setiap rakaatnya.
- Ibadah ini bisa dilaksanakan berjemaah tanpa azan dan ikamah, diganti seruan “Asshalaatu Jaami’ah”, atau dilakukan sendiri di rumah dengan bacaan dikeraskan.
- Umat dianjurkan memperbanyak doa dan sedekah selama gerhana, serta menyesuaikan durasi salat agar tidak berbenturan dengan waktu Tarawih malam hari.
Salat gerhana bulan atau salat khusuf dilaksanakan sebanyak dua rakaat dengan tata cara khusus, yakni terdapat dua kali rukuk pada setiap rakaatnya. Pada 3 Maret 2026, pelaksanaan ibadah tersebut bertepatan dengan bulan suci Ramadan.
Berikut adalah panduan lengkap tata cara pelaksanaan salat gerhana bulan, baik secara berjemaah maupun sendiri (munfarid).
1. Bacaan Niat Salat Gerhana Bulan

Niat diucapkan di dalam hati sebelum salat dimulai. Berikut adalah lafal niat yang dapat digunakan:
2. Tata Cara Pelaksanaan per Rakaat

Salat khusuf dianjurkan untuk dilakukan dengan suara bacaan yang dikeraskan (jahr). Jika merasa kesulitan dengan tata cara dua kali rukuk, salat gerhana tetap dianggap sah apabila dilakukan seperti salat sunah biasa (dua rakaat dengan satu rukuk per rakaat).
Adapun tata cara lengkap sesuai sunah adalah sebagai berikut.
Rakaat Pertama:
- Melakukan takbiratulihram.
- Membaca doa ikftitah, surah Al-Fatihah, dan surah Al-Qur'an yang panjang.
- Melakukan rukuk pertama (dianjurkan lebih lama dari rukuk biasa).
- Bangkit dari rukuk (iktidal pertama).
- Membaca kembali surah Al-Fatihah dan surah pendek (tidak langsung sujud).
- Melakukan rukuk kedua (dianjurkan lebih singkat dari rukuk pertama).
- Bangkit dari rukuk (iktidal kedua).
- Melakukan sujud dua kali seperti salat biasa.
Rakaat Kedua:
Mengulangi seluruh langkah pada rakaat pertama (dua kali berdiri/membaca surah dan dua kali rukuk) dengan durasi yang lebih singkat. Salat diakhiri dengan tahiyat akhir dan salam.
3. Ketentuan Berjemaah dan Sendiri

1. Dilakukan Berjemaah:
Pelaksanaan secara berjemaah sangat dianjurkan. Azan dan ikamah tidak digunakan, melainkan diganti dengan seruan "Asshalaatu Jaami'ah". Setelah salam, imam disunahkan menyampaikan khotbah singkat yang berisi anjuran bertobat, berzikir, beristigfar, bersedekah, dan bertakwa kepada Allah SWT.
2. Dilakukan Sendiri:
Boleh dikerjakan di rumah jika tidak memungkinkan ke masjid. Tidak perlu ada khotbah setelah salat. Bacaan tetap dianjurkan untuk dikeraskan karena dilaksanakan pada malam hari.
4. Rekomendasi Bacaan Surah Pendek

Meski disunahkan membaca surah panjang, penggunaan surah pendek (Juz Amma) diperbolehkan agar durasi salat tetap proporsional dengan fase gerhana. Berikut rekomendasi urutannya:
- Opsi 1:
- Rakaat 1: Surah Al-Buruj atau Al-A'la (Berdiri 1), Surah At-Thariq atau Al-Ghasyiyah (Berdiri 2).
- Rakaat 2: Surah Asy-Syams atau Al-Lail (Berdiri 1), Surah Ad-Duha atau Al-Insyirah (Berdiri 2).
- Opsi 2 (Paling Ringkas):
- Rakaat 1: Surah Al-Kafirun (Berdiri 1), Surah Al-Ikhlas (Berdiri 2).
- Rakaat 2: Surah Al-Falaq (Berdiri 1), Surah An-Nas (Berdiri 2).

Selama menunggu atau setelah salat, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa dan sedekah, terutama karena bertepatan dengan bulan Ramadan. Mengingat puncak gerhana atau blood moon (bulan merah pekat) pada 3 Maret 2026 terjadi sekitar pukul 18.34 WIB, disarankan agar durasi salat tidak terlalu lama untuk dapat menyaksikan fenomena tersebut.
Selain itu, pihak masjid biasanya akan menyesuaikan jadwal agar pelaksanaan salat gerhana tidak berbenturan dengan waktu salat Tarawih.

















