Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tak Terlihat di Rakernas PDIP, Gibran Mengaku Tak Diundang
Wapres terpilih, Gibran Rakabuming Raka. (IDN Times/Larasati Rey)

Surakarta, IDN Times - Presiden Joko "Jokowi" Widodo dan putra sulungnya sekaligus Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka tak terlihat datang saat acara rakernas V Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Jumat (24/5/2024).

Seperti diketahui, Jokowi dan Gibran pernah menjadi kader partai berlambang banteng tersebut.

1. Gibran mengaku tak diundang

Wapres terpilih, Gibran Rakabuming Raka. (IDN Times/Larasati Rey)

Menanggapi hal tersebut, Gibran yang juga wakil presiden terpilih buka suara. Ia mengaku tak mendapatkan undangan pada acara Rakernas PDIP yang digelar selama 3 hari di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara tersebut.

"Ya kan karena tidak ada undangan," ujar Gibran seusai membuka acara pameran BUMN-UMKN Great Sale di Paragon Lifestyle Mall, Kamis (30/5/2024).

2. Gak bahas soal internal partai

potret Presiden Joko Widodo saat bersosialisasi (instagram.com/jokowi)

Lebih lanjut, saat ditanyakan soal pertemuan dengan Presiden Jokowi selama berlibur bersama di Borobur, apakah membahas soal Rakernas. Wapres terpilih tersebut mengaku tidak membicarakan urusan internal partai.

"Oh enggak, nggak bahas itu (tidak diundang di acara rakernas PDIP)," jelasnya.

3. PDIP sebut Jokowi Gibran bukan lagi kader PDIP

Ketua Steering Commite Rakornas V PDIP, Djarot Saiful Hidayat, didampingi elite PDIP di acara Rakernas V, Ancol, Jakarta, Jumat (24/5/2024). (IDN Times/M Ilman Nafian).

Sebelumnya, Ketua DPP Djarot Saiful Hidayat mengaku tidak mengundang Jokowi dan Gibran pada rakernas V PDIP. Djarot menyatakan, bahwa yang diundang dalam rakernas hanya internal partai.

"PDIP itu satu partai ideologis dimana Ibu Megawati Soekarnoputri ketum selalu kokoh berdiri untuk menyuarakan kebenaran, untuk melaksanakan konstitusi dan ideologi," kata Djarot saat konpers jelang Rakernas PDIP di BCIS Ancol, Jakarta Utarat, Jumat (25/5/2024).

Pada kesempatan tersebyt Djarot menjelaskan, bila ada anggota partai yang melanggar konstitusi, etika dan moral, maka dia sudah bukan menjadi bagian dari keluarga besar PDIP.

"Karena sudah bertentangan, bukan hanya pada AD/ART partai, melainkan juga pada konstitusi negara," ungkapnya.

Editorial Team

Related Article