Semarang, IDN Times - Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah menyatakan siap berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mendukung program pemberdayaan perempuan dan anak. Termasuk upaya pelestarian lingkungan melalui Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan (Sopan).
Saat menyambangi kantor Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama PWNA Jawa Tengah, Ranum Ester Putri Perdani mengatakan, audiensi dengan Gus menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Musywil) Nasyiatul Aisyiyah Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung Januari 2027 di Universitas Muhammadiyah Gombong (UMG) Kebumen.
Pihaknya sudah menjadwalkan pemilihan ketua baru untuk periode kepengurusan selanjutnya.
Selain membahas persiapan Musywil, pertemuan tersebut dimanfaatkan menyampaikan berbagai program organisasi yang berfokus pada pemberdayaan perempuan dan anak.
Menurut Ranum, program Nasyiatul Aisyiyah tidak hanya menyasar kalangan internal, tetapi juga dirancang agar dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
"Program-program NA ini sangat mendukung perempuan dan anak. Kami ingin membantu perempuan, ibu, anak, maupun perempuan muda untuk menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Program kami juga diharapkan bisa mendukung masyarakat luas sekaligus bersinergi dengan program-program pemerintah," ujar Ranum.
Gus Yasin juga menyambut langkah PWNA Jateng untuk berpartisipasi dalam Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan.
Menanggapi ajakan tersebut, Ranum menyambut positif dan menyatakan kesiapan organisasinya untuk ikut menyosialisasikan serta mendukung gerakan konservasi air tersebut.
Menurutnya, PWNA memiliki jaringan organisasi hingga tingkat cabang dan ranting yang dapat menjadi kekuatan untuk memperluas pelaksanaan program.
"Program Sopan sangat bagus. Harapannya, PWNA Jawa Tengah bisa berkolaborasi membuat sumur-sumur resapan. Kami memiliki anggota di tingkat cabang dan ranting. Cabang berada di tingkat kecamatan, sedangkan ranting di tingkat kelurahan. Dengan jaringan tersebut, kami berharap program ini bisa terdistribusi dan kami dapat ikut mendukung serta berkolaborasi," jelasnya.
Gerakan Sopan diluncurkan Taj Yasin pada 27 Oktober 2026 di Dusun Gertas, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang.
Dusun Gertas menjadi salah satu contoh penerapan konservasi air berbasis masyarakat. Sumur resapan yang dibangun sejak 2019 telah dirasakan manfaatnya oleh warga, terutama dalam membantu menjaga kestabilan debit air.
Taj Yasin berharap pengalaman masyarakat Dusun Gertas dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Jawa Tengah untuk mengembangkan gerakan konservasi air yang dimulai dari lingkungan rumah tangga.
Melalui kolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan, termasuk Nasyiatul Aisyiyah, Pemprov Jateng berharap Gerakan Sopan semakin luas menjangkau masyarakat. Dengan demikian, upaya menjaga ketersediaan air dan kelestarian lingkungan dapat menjadi gerakan bersama yang dimulai dari rumah.