Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Terjaring OTT KPK, Ini Profil dan Kontroversi Bupati Pati Sudewo

IMG-20250922-WA0143.jpg
Bupati Pati Sudewo (IDN Times/Aryodamar)
Intinya sih...
  • Sudewo, Bupati Pati terjaring OTT KPK
  • Profil Sudewo: Insinyur, politikus senior, dan "kutu loncat"
  • Kebijakan kontroversial: kenaikan PBB hingga 250%, relokasi PKL, sorotan proyek infrastruktur
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pati, IDN Times – Kabar mengejutkan datang dari Bumi Mina Tani. Bupati Pati, Sudewo, dilaporkan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (19/1/2026).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi kabar tersebut di Gedung Merah Putih, Jakarta. "Benar, salah satu pihak yang diamankan dalam OTT di Pati adalah saudara SDW," ungkapnya.

Berikut adalah rangkuman fakta, profil, hingga deretan kebijakan kontroversial Sudewo

1. Profil Sudewo: Dari Insinyur hingga Kursi Bupati

antarafoto-kpk-periksa-bupati-pati-1756982202.jpg
Bupati Pati Sudewo (tengah) berjalan keluar usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. (ANTARA FOTO/Fauzan)

Sudewo merupakan putra daerah asli Pati yang lahir pada 11 Oktober 1968. Sebelum menjabat sebagai Bupati Pati hasil Pilkada 2024, ia dikenal sebagai politikus senior yang punya rekam jejak panjang di kancah nasional.

Pendidikan: Lulusan S1 Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret (UNS) dan melanjutkan S2 Teknik Pembangunan di Universitas Diponegoro (UNDIP).

Karier Awal: Pernah mencicipi profesi sebagai PNS di Dinas PU Kabupaten Karanganyar sebelum akhirnya sukses sebagai pengusaha konstruksi (wiraswasta).

Politik: Sosok "kutu loncat" yang andal. Pernah duduk di DPR RI lewat Partai Demokrat (2009–2013), lalu kembali ke Senayan melalui Partai Gerindra (2019). Pada 2024, ia maju ke daerah dan terpilih jadi Bupati Pati bersama wakilnya, Risma Ardhi Chandra.

2. Jejak Aktivisme dan Organisasi

Screenshot_20250813_215331_Gmail.jpg
Bupati Pati, Sudewo. (patikab.go.id)

Jiwa organisasi Sudewo sudah terasah sejak mahasiswa. Berikut daftar organisasinya:

Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil UNS (1991).

Ketua Keluarga Besar Marhaenis (2000).

Wakil Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (2001).

Ketua Bidang Pemberdayaan Organisasi DPP Partai Gerindra (2019–sekarang).

3. Kebijakan Kontroversial yang Memicu Amarah Warga

Screenshot_20250813_211813_Chrome.jpg
Aksi demo menuntut mundur Bupati Pati, Sudewo, di Pendopo Pati. (IDN Times/Bandot Arywono)

Sebelum ditangkap KPK, nama Sudewo sudah sering menghiasi headline berita karena kebijakannya yang dinilai tidak berpihak pada rakyat kecil. Beberapa di antaranya:

Kenaikan PBB hingga 250%: Ini adalah skandal terbesar sebelum OTT. Sudewo menaikkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang berujung pada lonjakan PBB hingga 250 persen. Kebijakan ini memicu demo besar-besaran dari ribuan warga yang mengepung kantor bupati.

Isu Relokasi PKL yang Alot: Sudewo juga sempat disorot karena rencana relokasi pedagang kaki lima di kawasan pusat kota yang dianggap tanpa solusi konkret, memicu konflik dengan para pedagang.

Sorotan Proyek Infrastruktur: Mengingat latar belakangnya di bidang konstruksi, beberapa proyek pembangunan jalan di Pati sempat dipertanyakan oleh aktivis lokal terkait transparansi anggarannya.

4. Menanti Status Hukum 1x24 Jam

20250917_105238.jpg
Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Rabu (17/9/2025). (IDN Times/Rachel Kathryn).

Saat ini, penyidik KPK masih memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan apakah Sudewo akan resmi mengenakan rompi oranye atau tidak. Status hukumnya akan ditentukan berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan selama operasi senyap tersebut.

Penangkapan ini menjadi pukulan telak bagi pemerintahan di Pati, mengingat Sudewo belum genap dua tahun menjabat sebagai orang nomor satu di wilayah tersebut.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Terjaring OTT KPK, Ini Profil dan Kontroversi Bupati Pati Sudewo

19 Jan 2026, 19:00 WIBNews