Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Trik Nabung Reksadana Rp100 Ribu/Bulan Pakai Auto-Debit, Gak Berat!
ilustrasi reksadana (pexels.com/TabTrader.com)
  • Investasi reksadana dapat dimulai dari Rp100 ribu per bulan dengan auto-debit, agar dana masa depan dialokasikan lebih dulu sebelum pengeluaran konsumtif.
  • Penarikan otomatis sebaiknya dijadwalkan pada H+1 setelah gajian supaya gaya hidup menyesuaikan sisa saldo dan investasi berjalan konsisten.
  • Setoran rutin menerapkan DCA serta berpotensi memanfaatkan compound interest; pemula dapat memilih RDPU berisiko rendah dan mengaktifkan fitur melalui aplikasi APERD berizin OJK.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
H+1 Gajian

Atur penarikan auto-debit Rp100 ribu pada tanggal 1 atau sehari setelah gaji maupun uang saku masuk.

setiap bulannya

Instruksi pemotongan otomatis dijalankan rutin untuk membeli reksadana tanpa menunggu sisa uang di akhir bulan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Strategi investasi rutin reksadana Rp100 ribu per bulan melalui fitur auto-debit, dengan dana dipotong otomatis dari rekening atau metode pembayaran yang dipilih.
  • Who?
    Calon investor pemula dapat menggunakan aplikasi APERD berizin OJK, termasuk Bibit, Bareksa, Ajaib, atau aplikasi perbankan yang menyediakan fitur investasi berkala.
  • Where?
    Pengaturan dilakukan melalui aplikasi investasi reksadana atau aplikasi perbankan, dengan sumber dana dari RDI, dompet elektronik, atau rekening bank utama.
  • When?
    Penarikan otomatis disarankan dijadwalkan pada tanggal 1 atau H+1 setelah gaji maupun uang saku masuk ke rekening utama, lalu dilakukan setiap bulan.
  • Why?
    Auto-debit digunakan agar investasi dilakukan sebelum dana habis untuk kebutuhan konsumtif serta mendukung konsistensi investasi bulanan melalui metode Dollar Cost Averaging.
  • How?
    Pilih produk reksadana, aktifkan opsi rutin atau auto-debit, tetapkan nominal Rp100 ribu, hubungkan metode pembayaran, lalu konfirmasi instruksi pemotongan dana bulanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Orang bisa menabung reksadana Rp100 ribu tiap bulan dengan auto-debit. Uang diambil otomatis setelah gajian atau uang saku masuk. Jadi uang tabungan tidak habis buat belanja dulu. Pemula bisa pilih reksadana pasar uang karena risikonya lebih kecil. Fitur ini ada di beberapa aplikasi investasi resmi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pendekatan auto-debit memberi ruang bagi masyarakat untuk memulai investasi secara lebih terjangkau dan teratur. Dengan Rp100 ribu per bulan yang dijadwalkan segera setelah pemasukan diterima, kebiasaan menabung dapat dibangun tanpa bergantung pada sisa dana. Bagi pemula, pilihan reksadana pasar uang juga menawarkan likuiditas tinggi, risiko relatif rendah, dan kemudahan transaksi digital.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times — Menyisihkan sebagian penghasilan untuk berinvestasi sering kali terasa berat jika harus menunggu uang "sisa" di akhir bulan. Kebanyakan orang justru mendapati tabungannya ludes tak tersisa untuk kebutuhan konsumtif yang tidak terencana.

Padahal, kamu tidak butuh modal jutaan rupiah untuk mulai membangun portofolio investasi. Cukup dengan konsistensi sebesar Rp100 ribu per bulan, kamu sudah bisa berinvestasi di instrumen reksadana. Kuncinya ada pada penggunaan fitur auto-debit agar proses menabung berjalan otomatis tanpa perlu dorongan niat setiap bulannya.

Yuk, intip strategi rahasia menabung reksadana Rp100 ribu per bulan pakai fitur auto-debit ala IDN Times berikut ini, Lur!

1. Menerapkan Prinsip Pay Yourself First

Ilustrasi Investasi Reksadana (unsplash.com/Austin Distel)

Menggunakan fitur auto-debit secara tidak langsung memaksa kamu menerapkan prinsip pay yourself first—yaitu mengalokasikan hak masa depanmu terlebih dahulu sebelum menghabiskan uang untuk kebutuhan lain.

Bukan Menunggu Sisa: Jangan pernah menabung dari apa yang tersisa di akhir bulan, melainkan belanjakan apa yang tersisa setelah kamu menabung.

Tanpa Beban Psikologis: Karena dana ditarik secara otomatis oleh sistem, kamu tidak akan merasakan penyesalan atau keraguan yang biasa muncul saat mentransfer uang secara manual.

2. Pilihlah "Tanggal Sakti" Tepat Setelah Gajian

ilustrasi reksadana (unsplash.com/CardMapr.nl)

Kunci keberhasilan strategi auto-debit adalah pemilihan tanggal penarikan dana.

H+1 Gajian: Atur jadwal penarikan otomatis pada tanggal 1 atau H+1 setelah gaji atau uang saku masuk ke rekening utama.

Efek Halusinasi Tabungan: Ketika saldo rekening langsung terpotong di awal, kamu secara psikologis akan menyesuaikan gaya hidup bulanan berdasarkan sisa saldo yang ada, sehingga tidak merasa "kehilangan" uang investasi.

3. Manfaatkan Keajaiban Bunga Bergulung (Compound Interest)

ilustrasi reksadana (pexels.com/TabTrader.com)

Secara sekilas, Rp100 ribu mungkin terlihat sangat kecil. Namun, jika diinvestasikan secara rutin setiap bulan ke instrumen reksadana dengan imbal hasil (return) historis yang stabil, nilainya akan bertumbuh signifikan berkat efek compound interest.

Rutin vs Sekaligus: Metode menabung rutin ini juga dikenal sebagai Dollar Cost Averaging (DCA). Trik ini meratakan risiko pembelian di harga pasar yang naik-turun, sehingga cocok untuk pemula yang tidak punya waktu memantau grafik saham setiap hari.

4. Pilih Reksadana Pasar Uang (RDPU) untuk Langkah Awal

ilustrasi reksadana (pexels.com/Aidan Hancock)

Bagi pemula yang mengutamakan keamanan modal dan likuiditas tinggi, Reksadana Pasar Uang (RDPU) adalah sarana yang tepat untuk memulai auto-debit Rp100 ribu ini.

Risiko Rendah: RDPU memiliki profil risiko terendah dibandingkan jenis reksadana lainnya, dengan tren grafik yang cenderung naik secara stabil.

Bebas Biaya Transaksi: Sebagian besar platform investasi digital tidak mengenakan biaya pembelian maupun penjualan untuk produk RDPU.

5. Cara Praktis Mengaktifkan Auto-Debit di Aplikasi Investasi

ilustrasi membandingkan reksadana (freepik.com/freepik)

Hampir seluruh aplikasi Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) resmi berizin OJK telah menyediakan fitur investasi berkala/auto-debit.

Buka aplikasi reksadana pilihanmu (seperti Bibit, Bareksa, Ajaib, atau aplikasi perbankan).

Pilih produk reksadana yang ingin kamu beli secara rutin.

Pilih opsi Rutin / Auto-Debit, tentukan nominal Rp100.000.

Hubungkan dengan metode pembayaran pilihan (RDI, E-Wallet, atau rekening bank utama).

Konfirmasi dan aktifkan instruksi pemotongan otomatis setiap bulannya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article