Semarang, IDN Times - Universitas Diponegoro (Undip) Semarang akan melakukan perbaikan perkuliahan untuk Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi. Langkah ini ditempuh pasca kematian mahasiswa PPDS Anestesi Undip, dokter Aulia Risma Lestari.
Undip Perbaiki Kuliah PPDS Anestesi, Mahasiswa Bisa Praktik di RS Lain

1. Praktik PPDS Anestesi akan dibuka lagi
Rektor Undip, Suharnomo mengatakan, pihaknya sudah menandatangani nota kesepahaman bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Kariadi.
‘’Sudah ada MoU, saya sudah tanda tangan dengan RSUP Dr Kariadi, disaksikan Kemenkes dan Dikti. Dari Kemenkes dan RS Dr Kariadi sudah sepakat untuk beberapa hal improvement, kita sudah ada saling pengertian. Mudah-mudahan dalam waktu yang sangat dekat, mungkin minggu ini bisa dibuka kembali (PPDS Anestesi, red),’’ ungkapnya saat ditemui di Kampus FISIP Undip, Kamis (10/10/2024).
Atas kesepakatan dan evaluasi perbaikan dari sejumlah pihak tersebut, dalam waktu dekat ini praktik mahasiswa PPDS Anestesi Fakultas Kedokteran (FK) Undip akan digelar kembali di RSUP Dr Kariadi. Bahkan, tak hanya dengan RSUP Dr Kariadi, mahasiswa PPDS juga dapat praktik di sejumlah rumah sakit pemerintah daerah lain di Kota Semarang.
‘’Sejumlah RS milik pemda juga memberikan akses kepada mahasiswa PPDS Anestesi FK Undip Semarang untuk melakukan praktik pendidikan di sana. Kami berterima kasih dari pemda banyak sekali yang membutuhkan anestesi, seperti Kudus dan Jepara. Ini kebutuhan yang sangat dasar dan kompetensi ekspertis ini sangat jarang ada, tetapi kebutuhan hampir di semua rumah sakit," jelas Suharnomo.
2. RS pemda buka pintu untuk praktik mahasiswa PPDS
Adapun, dua RS pemda yang membuka pintu bagi mahasiswa PPDS Anestesi FK Undip, yaitu Rumah Sakit Daerah (RSD) KRMT Wongsonegoro Kota Semarang dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Adhyatma Tugurejo Kota Semarang.
Menurut mantan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Undip itu, ada hikmah dan berkah dari kejadian kematian dokter Aulia Risma. Kasus ini menjadi pembelajaran penting bagi pendidikan tinggi di Indonesia. Terutama dalam cara mendidik calon-calon dokter.
‘’Tata kelola jadi lebih bagus, tidak semuanya ngumpul di RS Kariadi. Mereka kami sebarkan di RS lainnya yang sama-sama membutuhkan. Sehingga, RS lain jadi dapat SDM yang OK dari anak-anak kita,’’ terangnya.
Perkembangan baru dari kasus PPDS Anestesi, yakni Dekan FK Undip, Dr dokter Yan Wisnu Prajoko sudah kembali diizinkan membuka praktek per 1 Oktober 2024. Kemudian, ada aturan-aturan baru dalam pembelajaran di PPDS Anestesi.
3. Undip lakukan mitigasi kasus perundungan
"Pak Yan sendiri sudah praktik kembali per 1 Oktober. Jadi sebenarnya sudah sangat oke sih, sudah ketemu secara teknis karena ini hal-hal yang teknikal ya, improvement, perbaikan-perbaikan saya rasa memang secara detail ya, karena ini menyangkut nyawa orang," katanya.
Kemudian, lanjut Suharnomo, ada perbaikan aturan-aturan di PPDS Anestesi di antaranya istirahat harus tepat, kemudian shift, ganti waktu, dan semuanya itu sudah diatur dengan baik.
Sementara, Undip akan serius berkomitmen melakukan mitigasi terjadinya perundungan di kampus. Beberapa indikator sanksi pun ditambah untuk menekan kasus perundungan.
"Sebenarnya selama ini sudah jalan juga, hanya kita lebih tekankan sosialisasi di awalnya. Sanksinya pernah saya sampaikan, pernah ada DO (drop out, red) juga ada. Sanksinya bervariasi, tergantung kesalahan yang dibuat," tandasnya.