Kunjungan Gibran Rakabuming di PT Sritex, Sukoharjo. (IDN Times/Larasati Rey)
Pada kunjungan Gibran sebelumnya, CEO PT Sritex Iwan Setiawan Lukminto menyinggunh soal masalah transisi eneri salah satunya soal greenflation. Serta sara untuk membuat Badan Tekstil Nasional sebagai upaya memangkas tumpang tindih peraturan.
"Kami dituntut untuk mengerakkan green energy, mahal semuanya itu ya kita harus ditopang engan pemerintah nantinya, jadi kami senang sekali greeflation itu diutarakan oleh Mas Gibran," jelas CEO PT. sritex Iwan Setiawan Lukminto dalam sambutannya.
Gibran merespon positif keluhahan dari pada pengusaha tekstil di Indonesia yang diungkapkan. Gibran mengungkapkan jika masalah greenflation bukan merupakan masalah receh seperti yang diungkapkan oleh Mahfud MD. Cawapres Prabowo tersebut mengaku jika Indonesia membutuhkan antisipasi untuk mengatasi masalah tersebut.
"Saya setuju juga tadi Pak (Lukminto) greenflatipn dibahas, jangan sampai salah langkah. Soalnya negara-negara maju sudah mengalami dan itu berat, transisi energi hijau itu gak gampang. Jangan sampai yang terbebani warganya," ujar Gibran.
"Jangan sampai terjadi, dan ini bukan masalah receh. Dan itu istilah-istilah bukan karangan saya, hasil ngobrol dengan temen-temen pengusaha, Kadin, HIPMI semua ngasih masukan itu. Mas pajak karbon, carbon capture, carbon storage itu bukan karangan saya, jadi itu bukan pertanyaam yang mengada-ngada tapi itu atu hal yang harus kita antisipasi," jelas Gibran.
Gibran Rakabuming Raka menyinggung soal pentingnya masalah greenflation (inflasi hijau) sebagai salah satu pertanyaan debat yang ia lontarkan kepada Mahfud MD dalam debat keempat kemarin.