Semarang, IDN Times - Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng–DIY memetakan 46 titik rawan kemacetan dan 23 lokasi rawan bencana di sepanjang jalur nasional Jawa Tengah. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran perjalanan bagi 17,7 juta pemudik yang diprediksi masuk ke wilayah Jawa Tengah tahun ini.
Wajib Tahu! 46 Titik Macet dan 23 Lokasi Rawan Bencana Mudik Jateng

1. Peta Titik Rawan Kemacetan
Moch Iqbal Tamher, Kepala BBPJN Jateng–DIY, menjelaskan bahwa kepadatan lalu lintas diprediksi terjadi di titik-titik krusial berikut:
Jalur Pantura: Menjadi koridor utama kendaraan jarak jauh, logistik, dan bus antarkota.
Area Pasar & Simpang Padat: Titik di sepanjang jalur Pantura, jalur tengah, hingga jalur selatan yang sering menjadi pusat hambatan.
Akses Tol & Perlintasan Kereta: Lokasi pintu keluar-masuk tol dan perlintasan sebidang yang rawan antrean kendaraan.
2. Lokasi rawan bencana banjir dan longsor
Bagi Anda yang akan melintasi Jawa Tengah, harap waspada terhadap titik berikut:
Zona Rawan Banjir (14 Titik): Jalan Kaligawe Semarang, Sayung (Demak), Jalan Walisongo, ruas Kendal, Pemuda Brebes, Prupuk–Batas Tegal, Sampang–Buntu, hingga Lingkar Selatan Klaten. Area ini rawan genangan rob dan hujan intensitas tinggi.
Zona Rawan Longsor (9 Titik): Jalur selatan dan perbukitan dengan tanah labil, meliputi ruas Batas Jabar–Karangpucung–Wangon, Ajibarang–Wangon, Patikraja–Rawalo, hingga jalur Banjarnegara–Wonosobo.
3. Kesiapan Infrastruktur Mudik
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen penuh menyiapkan infrastruktur yang andal. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa kemantapan jalan provinsi saat ini mencapai 94 persen dan terus dilakukan perawatan rutin.
Untuk mendukung respons cepat di lapangan, BBPJN telah menyiagakan:
18 Posko Lebaran: Tersebar dari Pantura barat hingga jalur selatan untuk memantau lalu lintas dan menangani gangguan jalan.
Unit Tanggap Darurat (DRU): Empat unit alat berat (excavator, loader, grader, tronton) disiagakan di Pekalongan, Karangjati, Buntu, dan Yogyakarta.
Material Darurat: Rangka jembatan darurat, kawat bronjong, dan sand bag telah disebar di lokasi strategis agar jika terjadi banjir atau longsor, arus mudik tidak terputus.
Pemudik diimbau untuk selalu memantau kondisi cuaca dan informasi lalu lintas terkini sebelum memulai perjalanan, serta tetap waspada saat melewati jalur rawan bencana di sepanjang perjalanan Anda.