Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Warga Berbagi Bantuan Beras Dari Pemerintah, Bentuk Solidaritas
Nampak warga di desa Wangon, Kecamatan Wangon sedang mengambil bantuan beras program ketahanan pangan dari pemerintah, Jumat (2/1/2024).(IDN TImes/Cokie Sutrisno)

Banyumas, IDN Times - Bantuan pemerintah berupa beras sebanyak 10 kilogram diterima masyarakat di beberapa desa di Kabupaten Banyumas, Jumat (2/1/2024). Salah satunya adalah desa Klapagading dan desa Wangon, Kecamatan Wangon.

Sebanyak 1.380 karung beras untuk warga desa Klapagading, sedangkan di desa Wangon sejumlah 1.324 warga penerima manfaat. Sejak pagi hingga sore nampak antrian warga untuk mengambil beras jatah dari pemerintah.

"Untuk warga di sini yang terdaftar sebagai penerima program ketahanan pangan sebanyak 1.324 kepala keluarga berupa beras 10 kilo selama 6 bulan ke depan, dari jumlah penduduk sebanyak 12 ribu,"kata Kepala desa Wangon Supriyadi.

1. Sebagian warga saling berbagi beras

Kusniati, warga RT 2 RW 14 yang mendapat bagian dari warga yang menerima bantuan beras program ketahanan pangan di desa Wangon, Jumat (2/1/2024).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Dari penerima bantuan, beberapa diantaranya tidak terdaftar sebagai keluarga penerima manfaat, namun ada sekitar 20 warga di RT 02 RW 14, dusun 4 yang dengan sukarela berbagi pada warga yang tidak dapat bantuan dari pusat.

Mereka secara sukarela membagi antara 1 hingga 3 kilogram untuk dibagi ke tetangganya. Walaupun tidak seberapa namun sangat dirasakan manfaat oleh warga yang kebetulan tidak memiliki beras pada hari itu, salah satunya adalah Kusniati.

"Saya dikasih beras sama yang terima bantuan, karena memang saya belum terdaftar sebagai penerima, Alhamdulillah warga di sini selalu saling berbagi, kalau dapat beras yang dikasih beras, ada yang dapat uang ya juga berbagi,' katanya.

2. Sebagai bentuk solidaritas

Suripto (kiri) saat menerima mendata dan memberikan beras bantuan dari para tetangga untuk warga lainnya, Jumat(2/1/2024).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Ketua RT 14 RW 2 desa Wangon, Suripto yang warganya sebagian tidak menerima bantuan mengatakan bahwa tidak semua menerima, namun dengan kesadaran mereka saling berbagi dengan cara berkumpul ditempatnya.

"Jadi saat dapat bantuan, mereka itu datang kerumah saya menyisihkan sedikit untuk dibagikan ke yang belum terdaftar, lalu yang mau yang langsung diterima,"katanya.

Menurutnya saling berbagi bagi warga sebagai bentuk solidaritas agar tercipta kerukunan dan tidak merasa tidak diperhatikan, selain itu menambah silaturahmi.

"Sambil kumpul ikut merasakan kebahagiaan, bahkan rutin disini mas, dan yang memberi dan menerima juga kami catat,"terangnya.

3. Memahami kegotongroyongan

Kepala desa Wangon Supriyadi, S.Sos, MM saat menjelaskan tujuan bantuan pangan dan bantuan langsung tunai, Jumat (2/1/2024).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Menanggapi warganya yang saling berbagi, Kepala Desa Wangon Supriyadi mengapresiasi inisiatif masyarakat untuk saling berbagi antar sesama. Inisiatif tersebut merupakan suatu kearifan lokal masing masing didesanya yang selalu bergotong royong terutama dari penerima manfaat bantuan.

"Masyarakat disini memahami kegotongroyongan, menjaga kerukunan, hal itu dibuktikan ketika ada yang tidak dapat mereka saling urunan dan iuran agar ikut merasakan itu dilakukan warga sebagai bentuk rasa syukur,"jelasnya.

Sebelumnya pemdes Wangon juga telah memberikan bantuan langsung tunai sebesar 300 Ribu perbulan di tahun 2024 kepada 47 orang yang bersumber dari dana desa dengan ketentuan miskin ekstrim, para lansia, dan yatim piatu usia sekolah serta warga yang sakit dan menjalani pengobatan rutin.

Editorial Team

Related Article