Semarang, IDN Times – Solidaritas warga Kota Semarang untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) cukup tinggi. Melalui gerakan Kota Semarang Peduli berhasil menghimpun donasi sebesar Rp91 juta dalam hitungan jam pada Selasa (18/8/2026) malam.
Warga Semarang Donasi Gempa NTT Tembus Rp91 Juta dalam Hitungan Jam

1. Gerakan Kota Semarang Peduli diluncurkan
Gerakan Kota Semarang Peduli ini diluncurkan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti pada puncak rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Halaman Balai Kota Semarang.
Menurut Agustina, besarnya donasi yang terkumpul dalam waktu singkat ini menunjukkan respons positif warga terhadap bencana yang menimpa Flores dan wilayah sekitarnya.
“Ternyata untuk membantu sesama yang sedang kesusahan tidak perlu menunggu punya banyak uang. Berapa pun diterima, tidak ada minimal. Ini adalah bentuk rasa cinta kita kepada tanah air, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Pemkot Semarang membuka penggalangan dana untuk gempa bumi NTT tersebut selama tujuh hari, mulai Selasa (18/8/2026) hingga Senin (24/8/2026) pukul 23.59 WIB. Masyarakat yang ingin berkontribusi dapat menyalurkan donasi melalui QRIS Kota Semarang Peduli.
2. Pastikan rekening khusus untuk penggalangan bantuan
Pemkot Semarang memastikan rekening tersebut khusus digunakan untuk penggalangan bantuan bagi korban gempa NTT. Setelah masa donasi berakhir, rekening akan ditutup dan seluruh dana yang terkumpul disalurkan ke rekening resmi penanggulangan bencana di NTT melalui Bank Jateng.
“Rekening ini dibuka khusus untuk bantuan bencana di NTT dan hanya berlaku sampai tanggal 24. Kami sudah meminta Bank Jateng langsung mentransfer seluruh dana terkumpul ke rekening resmi bencana NTT, setelah itu rekening donasi ini resmi ditutup,” terang Agustina.
Pemkot Semarang juga mengajak jajaran pemerintah daerah, komunitas, pelaku usaha hingga masyarakat umum ikut berkontribusi. Menariknya, solidaritas tersebut tidak hanya datang dari warga yang memiliki kemampuan finansial besar.
Agustina menyebut sejumlah pengemudi ojek daring turut menyisihkan sebagian penghasilan mereka untuk korban gempa. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kepedulian sosial tidak selalu harus diwujudkan dalam jumlah besar.
3. Buka ruang donasi secara terbuka
Adapun, gerakan donasi tersebut digelar setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang Flores dan sekitarnya pada Sabtu (15/8/2026).
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dikutip Pemkot Semarang per Selasa (18/8/2026), bencana tersebut telah menyebabkan 70 orang meninggal dunia, 1.182 orang luka-luka, dan 40.040 warga mengungsi.
Angka tersebut menjadi latar belakang Pemkot Semarang membuka ruang donasi secara terbuka kepada masyarakat.
“Kita sebagai warga Kota Semarang menginisiasi adanya donasi terbuka bagi warga Kota Semarang yang belum sempat menyampaikan dukungan dan sumbangannya. Harapannya, bantuan yang terkumpul dapat ikut meringankan kebutuhan warga yang kehilangan tempat tinggal maupun terdampak langsung bencana,’’ tandas Agustina.
Sementara, ribuan warga dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri penggalangan dana yang berlangsung di tengah puncak perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Balai Kota Semarang. Penyanyi ibukota Judika juga turut tampil menghibur warga dalam acara tersebut.
Curated For You
- Cara Aman dan Transparan Berzakat, Bisa Jajal Donasi Digital Ini23 Apr 2026, 13:31 WIB
- Pemprov Jateng Kirim Bantuan Ribuan Bahan Pangan ke NTT17 Agu 2026, 12:39 WIB