Rumah duka Dokter Lo Siaw Ging di Thiong Ting. (IDN Times/Larasati Rey)
Kesaksisan soal masa hidup dr. Lo juga diungkapkan oleh Ita (41) warga Kepatihan, Solo yang mengaku sejak tahun 1983 sudah berobat ke dr. Lo. Ia mengatakan jika dr. Lo sangat keras dan tegas kepada pasiennya, kendati demikian sikap itulah yang menjadi obat dirinya bisa cepat sembuh.
"Zaman dulu itu kan dokter itu masih sedikit, yang paling dekat dengan rumah itu dr. Lo. Kalau sakit larinya ke dr Lo. Tapi dr. Lo itu baik, sering digratisin obat dan periksa," ungkapnya.
"Yang bikin manjur adalah omelannya beliau, jadi kalau ngomong galak sekali dan masih teringat hingga saat ini," imbuhnya.
Kendati demikian, Ita mengaku kehilangan sosok dr. Lo yang menjadi contoh dokter tanpa pamrih. "Yang dirasakan sampai sekarang belum tau ada dokter yang seperti dia tanpa pamrih, dan banyak dokter yang murah dan bagus itu banyak. Tapi yang seperti dr. Lo itu belum ada di Solo lagi," pungkasnya.