Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Wuih, Semarang Kedatangan 350 Ribu Wisatawan Saat Lebaran 2024

Wuih, Semarang Kedatangan 350 Ribu Wisatawan Saat Lebaran 2024
Pinterest/Make Time To See The World - Travel Site
Share Article

Semarang, IDN Times - Wisata Kota Semarang mampu menjadi magnet bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Buktinya, sebanyak 350 ribu wisatawan berkunjung ke Ibu Kota Jawa Tengah saat libur Lebaran 2024. 

1. 200 ribu wisatawan datang ke Kota Lama

Gedung Marba di kawasan Kota Lama Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
Gedung Marba di kawasan Kota Lama Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Jumlah kunjungan tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan libur Lebaran pada tahun-tahun sebelumnya. Adapun, lonjakan kunjungan wisatawan tersebut tertinggi di Jateng dengan angka mencapai 340 persen.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengungkap, Little Netherlands Kota Lama menduduki peringkat pertama sebagai destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan.

"Kunjungan di Kota Semarang meningkat di angka 350 ribu wisatawan. Sebanyak lebih dari 200 ribu wisatawan datang ke Kota Lama," katanya usai menggelar halalbihalal di Halaman Balai Kota Semarang, Selasa (16/4/2024).

Data tersebut mengacu pada hasil penghitungan random sampling yang dilakukan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga Dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jateng.

2. Lawang Sewu favorit kedua setelah Kota Lama

Lawang Sewu Semarang (Instagram/@wisata.lawangsewu)
Lawang Sewu Semarang (Instagram/@wisata.lawangsewu)

Setelah Little Netherlands Kota Lama, posisi kedua disusul oleh Lawang Sewu di tingkat Kota Semarang. Peningkatan kunjungan wisatawan tersebut berdampak pada melonjaknya okupansi hotel di Ibu Kota Jateng. Keterisian hotel tersebut juga di atas rata-rata Jateng.

"Okupansi hotel juga meningkat rata-rata sampai 85 persen mulai sebelum Lebaran. Kemudian, saat libur Lebaran okupansi terus naik mencapai 95 persen," tutur perempuan yang akrab disapa Ita.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Wing Wiyarso menambahkan, jumlah wisatawan yang tercatat tersebut hanya di destinasi-destinasi wisata besar.

‘’Tentu, jumlah wisatawan akan makin tinggi bila penghitungan random sampling juga dilakukan secara merata di tempat-tempat wisata lainnya yang ada di Kota Semarang. Namun, ini sangat menggembirakan, Alhamdulillah warga Kota Semarang sangat mendukung, minimal sedikitnya pengaduan atau komplain dari wisatawan," katanya.

3. Destinasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan

KRL Solo-Yogyakarta melintasi kawasan wisata religi Masjid Raya Syeikh Zayed di Kota Solo, Jawa Tengah. Kementerian Perhubungan berkomitmen membangun sarana dan prasarana transportasi yang terintegrasi untuk pariwisata. Salah satunya pembangunan KRL Solo-Yogyakarta yang terkoneksi dan terintegrasi dengan Masjid Sheikh Zayed di Solo sebagai destinasi wisata prioritas yang masuk Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), sehingga memudahkan wisatawan untuk mengenali dan mengunjunginya. (IDN Tim
KRL Solo-Yogyakarta melintasi kawasan wisata religi Masjid Raya Syeikh Zayed di Kota Solo, Jawa Tengah. Kementerian Perhubungan berkomitmen membangun sarana dan prasarana transportasi yang terintegrasi untuk pariwisata. Salah satunya pembangunan KRL Solo-Yogyakarta yang terkoneksi dan terintegrasi dengan Masjid Sheikh Zayed di Solo sebagai destinasi wisata prioritas yang masuk Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), sehingga memudahkan wisatawan untuk mengenali dan mengunjunginya. (IDN Tim

Secara urutan destinasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan di Jateng adalah Little Netherlands Kota Lama. Kemudian, Masjid Sheikh Zayed Solo, Masjid Agung Demak, disusul Umbul Ponggok Klaten, dan Candi Borobudur Magelang.

Kemudian di sisi okupansi hotel, Kota Semarang berada di atas rata-rata Jateng. Keterisian hunian itu terlihat sejak Ramadan yang menyentuh angka 64 persen.

Belum lagi, okupansi menjadi luar biasa ketika memasuki libur Lebaran H+1, H+2, dan H+3 yang mencapai 95 persen. Kemudian di hari selanjutnya karena sudah musim arus balik, mulai menurun 85 persen.

"Ini juga berdampak pada sektor kuliner, bahkan warung-warung kecil juga tampak luar biasa ramainya karena tingginya kunjungan wisatawan," tandas Wing.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
ANGGUN PUSPITONINGRUM
EditorANGGUN PUSPITONINGRUM

Latest News Jawa Tengah

See More

Teater Shankara UPGRIS Pentaskan 'Cantik Itu Luka' di SMAN 1 Mranggen

28 Jun 2026, 15:49 WIBNews