Peternak sapi perah dan pengepul susu dari Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah menggelar aksi mandi. (IDN Times/Larasati Rey)
Zulhas pada kesempatan tersebut juga akan memfasilitasi keinginan Pramono yang membutuhka cooling atau tempat pendingin susu. "Pak Pramono butuh cooling dengan harga Rp400 juta. Kami bantu dari Pak Charlie DPR RI," katanya.
Pada kesempatan tersebut Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI juga akan melibatkan Kementerian Pertanian terkait impor susu sapi perah ke Indonesia.
"Susu boleh impor kalau dia (importir) juga beli susu dari lokal, karena impor susu yang dilakukan melalui Menteri Perdagangan harus ada rekomendasi dari Menteri Pertanian," kata Zulhas.
Dengan demikian, dikatakannya, importir dapat mendatangkan susu dari negara lain jika Menteri Pertanian mengizinkan. "Jadi sekarang kami akan mulai tambah Menteri Pertanian terkait persetujuan impor susu kalau yang impor terbukti sudah membeli susu dari lokal," katanya.
Oleh karena itu, ia meminta agar pabrik atau importir yang mendatangkan susu impor tanpa mau membeli susu lokal agar dilaporkan ke kementerian terkait.
"Segera kalau ada susu yang dari lokal tidak ada pabrik atau importir yang mau membeli, silahkan lapor, jangan mandi dulu, lapor dulu. Lapor dulu, kalau nggak ditindak baru mandi susu," katanya.