Gashuku dan Ujian DAN ASKI Jateng 2025 Tekankan Fondasi Karateka

- Sikap dan kepercayaan diri jadi sorotan utama dalam evaluasi
- Catatan teknis: kuda-kuda dan penguasaan KATA menjadi fokus kritik
- Ketua Panitia, ujian jadi momentum penguatan fundamental ASKI Jateng
Salatiga, IDN Times - Agenda Gashuku dan Ujian DAN Akademi Seni-beladiri Karate Indonesia (ASKI) Jawa Tengah digelar di Gedung Yayasan Bina Darma Salatiga pada Minggu (30/11/2025) menghadirkan evaluasi mendalam dari Ketua Dewan Guru ASKI Indonesia, Sihan Ucok Marisi.
Rangkaian ujian sabuk hitam ke DAN 1 dan ke DAN II sebelumnya diadakan Gashuku yang meliputi kihon, kata, hingga kumite itu tidak hanya menilai kemampuan teknis para peserta, tetapi juga menekankan pentingnya karakter dan sikap sebagai fondasi utama seorang karateka.
1. Sikap dan kepercayaan diri jadi sorotan utama
Dalam evaluasinya, Sihan Ucok Marisi menilai bahwa secara umum sikap para peserta mulai menunjukkan perkembangan positif. Namun, ia menyoroti masih adanya kurangnya kepercayaan diri ketika karateka menghadapi momen ujian.
"Ketika dia bilang Osh, confidence nya tidak muncul, ini harus diperbaiki, sikap sopan santun kepada senior juga perlu terus ditingkatkan,” ujarnya kepada IDN Times.
Ia menegaskan bahwa latihan karate bukan hanya soal teknik, melainkan pembentukan kualitas karakter seperti kesantunan, kejujuran, dan kepercayaan diri yang akan sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat.
2. Catatan teknis: kuda-kuda dan penguasaan KATA

Selain aspek mental dan sikap, Sihan Ucok juga memberikan catatan tegas terkait kualitas teknik peserta. Ia mengingatkan bahwa meski seluruh peserta dinyatakan lulus, nilai kelulusan memiliki rentang yang luas, dan hanya empat peserta yang berhasil mendapatkan nilai sempurna.
Kritik utama diarahkan pada kuda-kuda (dachi), yang menurutnya masih menjadi kelemahan banyak peserta. Ia juga menyoroti kurangnya pendalaman KATA, padahal unsur tersebut merupakan inti dari karate.
"Tanpa dachi atau kuda kuda yang kuat, teknik tidak mungkin dieksekusi dengan benar dan akurat, kuda-kuda adalah fondasi,"tegasnya.
3. Ketua Panitia, ujian jadi momentum penguatan fundamental ASKI Jateng

Ketua Panitia Gashuku dan Ujian DAN, Yusuf Susilo, menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu mendorong ASKI Jawa Tengah mencetak lebih banyak karateka sabuk hitam berkualitas serta atlet berprestasi.
Yusuf menjelaskan bahwa persiapan kegiatan ini memakan waktu sekitar dua bulan, dengan dukungan penuh dari ASKI Pengprov Jateng dan berbagai pengcap di kabupaten/kota. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar dan memperkuat soliditas ASKI Jawa Tengah ke depan.
"Kesuksesan ini bukan hanya milik ASKI Salatiga, tapi juga kontribusi ASKI Pengkoh Jawa Tengah dan para sensei seperti Sensei Bambang Ari Sena, Sensei Anas, Sensei Agil, Sensei Coki, dan Sensei Ishadi, dan semuanya,” ungkapnya.
4. Maria, latihan setiap hari demi lolos ujian

Salah satu karateka asal Grobogan, Maria Alivia, yang mengikuti Ujian DAN 1, mengaku tantangan terberat adalah menjaga konsistensi latihan. "Setiap hari latihan. Sudah siap semua,"ujarnya singkat.
Maria mengaku dirinya teringat Sihan Ucok Marisi bahwa karate bukan sekadar kemampuan bertarung. kualitas karakter seperti kesantunan, kejujuran, dan rasa percaya diri merupakan nilai yang harus terus dijaga dan ditingkatkan.
"Gashuku dan Ujian DAN ASKI Jawa Tengah 2025 menjadi buat saya momentum penting untuk memperkuat kualitas teknis sekaligus karakter,"pungkasnya.
.jpg)












