Jendi Pangabean Borong 7 Emas di ASEAN Para Games 2025

- Jendi Pangabean meraih 7 emas di ASEAN Para Games 2025.
- Capaian terbaik sepanjang karier dengan dominasi di klasifikasi S9.
- Kedisiplinan, dukungan keluarga, dan peran sebagai ayah menjadi kunci kesuksesannya.
Surakarta, IDN Times - Atlet para renang Indonesia, Jendi Pangabean Akmal, kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu tulang punggung kontingen Merah Putih di ASEAN Para Games 2025. Tampil konsisten, Jendi sukses memborong tujuh medali emas dan menjadi penyumbang emas terbanyak untuk Indonesia.
1. Catatan terbaik sepanjang karier.

Jendi tampil dominan di klasifikasi S9 dengan mengamankan lima emas nomor individu, yakni 50 meter gaya kupu-kupu, 100 meter gaya punggung, 100 meter gaya kupu-kupu, 100 meter gaya bebas, dan 200 meter gaya ganti perorangan. Ia juga menyumbang dua emas tambahan dari nomor estafet 4x100 meter gaya bebas dan gaya campuran S1–S10.
Capaian ini menjadi rekor terbaik Jendi sepanjang keikutsertaannya di ASEAN Para Games. Sebelumnya, atlet kelahiran Muara Enim, Sumatra Selatan, itu meraih lima emas pada APG 2017 dan 2022, serta enam emas di APG 2023 Kamboja.
“Saya cukup puas karena target pribadi tercapai. Sejak awal memang menargetkan emas di nomor individu, dan alhamdulillah bisa terwujud,” ujar Jendi, Minggu (25/1/2026).
2. Disiplin jadi kunci konsistensi

Meski terus berjaya, Jendi mengakui persaingan di kelas S9 semakin ketat. Atlet-atlet dari negara tetangga maupun perenang muda Indonesia mulai menunjukkan perkembangan signifikan dan mendekati catatan waktunya.
Menurut Jendi, kedisiplinan dan pola hidup terjaga menjadi kunci utama menjaga performa di usia yang tak lagi muda bagi atlet.
“Kedisiplinan nomor satu, baik saat latihan maupun menjaga asupan makanan. Sebagai atlet pelatnas, saya punya tanggung jawab untuk memenuhi target,” katanya.
3. Dukungan keluarga jadi energi tambahan

ASEAN Para Games 2025 terasa istimewa bagi Jendi karena untuk pertama kalinya ia mendapat dukungan langsung dari keluarga kecilnya. Sang istri, Hana Resti, hadir langsung di Thailand untuk menyemangati perjuangannya dari tribune.
Jendi pun mempersembahkan seluruh medali emas tersebut untuk istri dan anaknya. Terlebih, Hana—yang juga atlet para tenis meja—harus mengorbankan kariernya demi mengasuh anak mereka yang masih bayi.
“Menurut saya, justru pengorbanan istri lebih besar. Medali ini saya persembahkan untuk istri dan anak saya,” ungkap Jendi.
Hana mengaku bangga dengan kerja keras sang suami yang tetap berusaha menyeimbangkan peran sebagai atlet dan ayah di rumah.
“Dia tetap berusaha hadir untuk anak, meski lelah setelah latihan. Itu yang membuat saya semakin bangga,” kata Hana.
Pelatih para renang Indonesia, Agni Herarta, menilai Jendi layak menjadi panutan bagi atlet muda.
“Regenerasi berjalan baik. Ke depan, tidak hanya satu Jendi, tapi akan muncul banyak Jendi-Jendi lainnya,” ujarnya.

















.jpg)