Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Ricuh Usai Laga Bola Voli POPDA Banyumas 2025

Kericuhan mewarnai voli POPDA 2025 SE karesidenan Banyumas ketika tim voli putra Banyumas berhadapan dengan Banjarnegara, Selasa (6/2025).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
Kericuhan mewarnai voli POPDA 2025 SE karesidenan Banyumas ketika tim voli putra Banyumas berhadapan dengan Banjarnegara, Selasa (6/2025).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Banyumas, IDN Times - Pertandingan bola voli indoor antara tim putra Banyumas melawan tim putra Banjarnegara dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Karesidenan Banyumas 2025 berakhir ricuh.

Insiden terjadi usai pertandingan yang digelar di GOR Satria Purwokerto, Selasa (6/5/2025), dan mencoreng semangat sportivitas yang seharusnya menjadi ruh utama ajang olahraga pelajar.

Laga yang berakhir dengan skor telak 3-0 untuk kemenangan Banjarnegara sebenarnya berjalan lancar. Seusai pertandingan, para pemain dari kedua tim sempat berjabat tangan sebagai bentuk penghormatan satu sama lain. Namun situasi berubah saat salah satu pemain Banjarnegara diduga melakukan pemukulan terhadap pemain Banyumas.

1. Ketegangan meledak di tengah lapangan

Para ofisial, panitia pertandingan, dan sejumlah penonton yang hadir segera bergerak cepat untuk melerai dan meredakan kericuhan, Selasa (6/5/2025).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
Para ofisial, panitia pertandingan, dan sejumlah penonton yang hadir segera bergerak cepat untuk melerai dan meredakan kericuhan, Selasa (6/5/2025).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Aksi pemukulan ini langsung memicu ketegangan di lapangan. Beberapa pemain dari kedua tim terlihat terlibat cekcok dan dorong-dorongan. Bahkan, seorang pemain Banyumas sempat berlari ke arah tribun suporter Banjarnegara, yang menurut saksi mata turut memancing emosi pemain.

Beruntung, para ofisial, panitia pertandingan, dan sejumlah penonton yang hadir segera bergerak cepat untuk melerai dan meredakan kericuhan. Pemain-pemain Banjarnegara dievakuasi ke luar arena pertandingan untuk menghindari situasi yang lebih parah, sementara tim Banyumas diamankan ke ruang transit di dalam gedung GOR.

Tak lama berselang, personel dari Polresta Banyumas, Polsek Purwokerto Timur, dan Babinsa Koramil 01 Purwokerto Utara tiba di lokasi guna mengamankan situasi.

2. Mediasi dan jalan damai

Timbul Prayitno, Ketua Panitia Penyelenggara POPDA Karesidenan Banyumas 2025 cabor bola voli indoor sebut sudah ada jalan damai, Selasa (6/5/2025).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
Timbul Prayitno, Ketua Panitia Penyelenggara POPDA Karesidenan Banyumas 2025 cabor bola voli indoor sebut sudah ada jalan damai, Selasa (6/5/2025).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Akibat peristiwa tersebut, ofisial tim putra Banyumas, keluarga pemain, dan perwakilan ofisial Banjarnegara dipertemukan dalam proses penyelesaian yang difasilitasi oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, disaksikan langsung oleh Kapolsek Purwokerto Timur dan jajaran kepolisian.

Timbul Prayitno, Ketua Panitia Penyelenggara POPDA Karesidenan Banyumas 2025 cabor bola voli indoor, mengonfirmasi adanya insiden tersebut. Ia menyebut bahwa ketegangan bermula dari situasi di tribun suporter yang kemudian memicu emosi pemain.

“Insiden ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Kami tidak akan menyebutkan secara spesifik soal sanksi karena pertandingan sudah selesai. Penyelesaian dilakukan dengan pendekatan mediasi,” ujarnya.

Timbul juga menekankan bahwa pihak panitia tetap menjunjung nilai sportivitas dan akan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.

3. Final Purbalingga dan Banjarnegara, lolos ke tingkat provinsi

Dua tim putra Purbalingga dan Banjarnegara lolos ketingkat provinsi mewakili Karesidenan Banyumas, Selasa (6/5/2025).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
Dua tim putra Purbalingga dan Banjarnegara lolos ketingkat provinsi mewakili Karesidenan Banyumas, Selasa (6/5/2025).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Di tengah bayang-bayang insiden, laga grand final tetap berlangsung. Tim bola voli indoor putra Purbalingga sukses menumbangkan Banjarnegara dan memastikan tiket ke POPDA tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Sementara di kategori putri, tim Banjarnegara mengalahkan tim putri Banyumas dan juga melaju ke tingkat provinsi yang diperkirakan akan digelar pada Februari 2026 mendatang.

Dengan berakhirnya rangkaian pertandingan, panitia mengimbau semua kontingen agar menjaga kondusivitas dan menjadikan insiden ini sebagai pelajaran berharga dalam menanamkan nilai sportivitas sejak dini.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
Cokie Sutrisno
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us